Connect with us

Ekonomi

Cita-cita Bupati Laura Hafid Jadikan Nunukan Penyangga Ekonomi Nasional

Published

on

bupati nunukan, kabupaten nunukan, asmin laura hafid, bupati cantik, kaltara, warga nunukan, petani nunukan, nusantaranews, rumput laut, petani rumput laut, pemerintah nunukan, nusantara news, perekonomian nunukan

Kantor Bupati Nunukan, Kalimantan Utara. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid mengatakan dirinya sedang giat mengimplementasikan visi dan misi yang pernah disampaikan sebelum dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Salah satu wujud implementasi tersebut berupa ekspor hasil pertanian di Nunukan. Agrobisnis adalah salah satu hal yang dicanangkan Laura.

Bupati Laura mengungkapkan agrobisnis menjadi target pemerintahannya. Sebab, kata dia, sumber daya alam Nunukan sangat kaya baik di laut, darat maupun udara.

“Apa yang kita janjikan, saat ini sudah tercapai. Karena pada hakikatnya, pemimpin itu adalah yang selalu hadir dan bukan hanya yang selalu terlihat. Pemerintah melalui dinas masing-masing senantiasa memantau perkembangan sehingga menenukan solusi untuk kesejahteraan,” ujar Laura di sela-sela launching ekspor rumput laut Nunukan di Pelabuhan Tunontaka, Kamis (31/1/2019).

Optimisme bupati berparas cantik ini soal kebangkitan ekonomi perbatasan sangat tinggi. Terlebih, kata dia, Nunukan berada di salah satu jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang merupakan jalur pelayaran internasional.

“Maka bukan sebuah kemustahilan apabila Nunukan yang terbatas akan menjadi yang teratas. Apabila kaurunia Tuhan ini Nunukan ini kita kelola dengan baik, yakinlah, kita yang terbatas akan menjadi yang teratas,” ucap bupati berusia 33 tahun ini.

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid. (Foto: Eddy Santri/NUSANTARANEWS.CO)

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid. (Foto: Eddy Santri/NUSANTARANEWS.CO)

Rumput laut kini menjadi soko guru perekonomian masyarakat Kabupaten Nunukan, Kaltara. Tanaman gulma laut jenis eucheuma cottonii tersebut saat ini telah menjadi komoditas unggulan di wilayah yang sebagian besar berbatasan langsung dengan Sabah-Malaysia.

Di tengah-tengah harga sawit yang terpuruk akibat kebijakan Uni Eropa, sebagian besar petani di Nunukan beralih membudidaya rumput laut. Alhasil, budidaya tersebut menunjukan kualitasnya yang dibuktikan dengan harga jual rumput laut kering saat ini mencapai Rp 19.000 per kilogram.

Baca Juga:  FH Sebut Mendagri Pura-Pura Sedih Dapati 103 Kepada Dearah Kena OTT KPK

Tak hanya itu, kepiawaian pemerintah Kabupaten Nunukan dalam melakukan lobi-lobi pemasaran rumput laut menjadikan budidaya tanaman yang kaya akan Vitamin B21 ini semakin menggiurkan.

Tak hanya pemasokan secara lokal, tetapi rumput laut Nunukan juga siap menembus pasar internasional. Pada Kamis (17/1/2019) lalu, sebanyak 3 kontainer rumput laut kering dengan kapasitas 21 ton diekspor ke Korea Selatan.

Melihat tren positif rumput laut di pasaran internasional ini, para petani di Nunukan diharapkan semakin meningkatkan kualitas budidayanya sehingga ke depan bisa menjadi penyangga ekonomi nasional.

“Cita-cita tak bisa diwujudkan dalam sekejap. Butuh waktu dan konsistensi. Tapi saya yakin, dengan kegotong-royongan, ke depan kita bukan hanya akan mengekspor rumput laut ini saja, tapi budidaya lain yang ada di Nunukan seperti merica, pisang hingga kepiting,” papar Laura.

Di daratan, budidaya sarang walet juga tengah digalakkan.

(eda/edy/gdn)

Editor: Gendon Wibisono

Loading...

Terpopuler