Cina Meningkatkan Kerjasama Strategis Dengan Angkatan Udara Rusia

NUSANTARANEWS.CO – Seperti dilansir Sputnik, awal bulan ini Dmitry Shugaev, kepala Dinas Federal untuk Kerjasama Militer dan Teknik Rusia, mengatakan bahwa Rusia akan menyelesaikan kontrak pasokan 24 pesawat Su-35 ke China pada 2019. Seperti diketahui Su-35 adalah pesawat tempur superioritas Rusia – sampai pesawat tempur siluman T-50 PAK FA generasi kelima memasuki produksi masal. Sementara Cina adalah negara pertama yang telah memesan pesawat Su-35 sebanyak 24 unit senilai US$ 2 miliar.

Angkatan Udara Cina sendiri sebetulnya telah meluncurkan dua prototip pesawat tempur siluman Chengdu J-20 generasi ke lima yang sempat melakukan demonstrasi udara di Zhuhai pada awal November 2016. J-20 dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Industry Corporation yang sudah melakukan uji coba penerbangan pertamanya pada awal tahun 2011.

Jadi pembelian 24 pesawat Su-35 lebih mengindikasikan bahwa Cina ingin meningkatkan kerja sama strategis dengan Angkatan Udara Rusia. Hal tersebut secara tersirat dinyatakan oleh Mayor Jenderal Ma Xiaotian, komandan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) Angkatan Udara pada upacara pembukaan kompetisi Aviadarts di Cina pada hari Minggu.

“China sangat berkepentingan untuk mengembangkan kerjasama penuh dengan Angkatan Udara Rusia dan siap meningkatkan kerjasama bilateral lebih lanjut di berbagai bidang, termasuk pelatihan gabungan, dan kerjasama di bidang pertahanan dan logistik rudal,” kata Ma Xiaotian.

Ma juga menyebut bahwa Cina dan Rusia sebagai tetangga dekat yang bersahabat yang menjadi aktor utama penting arena global.

“Dalam situasi dunia yang kompleks saat ini terutama terkait dengan struktur hubungan internasional, kedua negara memiliki kepentingan dan kebutuhan strategis yang sama,” katanya lebih lanjut. (Banyu)

Artikel Terkait: Cina-Rusia Latihan Perang di Laut Baltik

Baca Juga:  Benarkah Perang Dingin Baru Telah Dimulai?