Connect with us

Mancanegara

Cina Luncurkan Kapal Induk Helikopter Ketiga

Published

on

Cina luncurkan kapal induk helikopter ketiga.

Cina luncurkan kapal induk helikopter ketiga Type 075 di Shanghai oleh galangan kapal Hudong Zhonghua/Foto: Naval News.

NUSANTARANEWS.CO, Beijing – Cina luncurkan kapal induk helikopter ketiga. Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) Cina kini terus meningkatkan kemampuannya terutama untuk mendukung operasi amfibi di luar daratan Cina. Pada hari Jum’at (29/1), Angkatan Laut Cina kembali meluncurkan kapal serbu amfibi ketiga jenis Landing Helicopter Dock (LHD) yang dikenal sebagai Type 075 di Shanghai oleh galangan kapal Hudong Zhonghua. Pada hari yang sama, galangan kapal juga meluncurkan fregat Tipe 054 A/P kedua untuk Angkatan Laut Pakistan.

Kapal Serang Amfibi yang dijuluki NATO Yushen ini adalah kapal serang generasi baru yang jauh lebih besar dari generasi pertama yang telah menjadi andalan Angkatan Laut Cina baru-baru ini. Kapal yang dapat membawa berbagai jenis helikopter ini juga dapat menjalankan berbagai misi pertempuran, baik menyerang kapal permukaan, kapal selam maupun operasi pendaratan.

Selain itu, juga dapat memberikan dukungan kritis non perang seperti untuk bantuan kemanusiaan dan upaya bantuan bencana.

Galangan Kapal Hudong Zhonghua telah membangun dua kapal pertama Type 075 untuk Angkatan laut Cina yang diluncurkan pada September 2019 dan memulai uji coba laut pada Agustus 2020. Sedangkan kapal kedua diluncurkan pada April 2020 dan memulai uji coba laut pada Desember 2020. Ini adalah hal yang mengesankan dari kemampuan produksi galangan kapal tersebut yang dapat meluncurkan satu LHD setiap 6 bulan.

Rencananya, sebanyak delapan LHD akan dibuat untuk untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Laut Cina.

Pengembangan Type 075 dimulai pada tahun 2011. Pembuatan kapal induk helikopter berbobot lebih dari 30.000 ton tersebut secara khusus dirancang untuk meningkatkan kemampuan serangan amfibi militer Cina – misal untuk kemungkinan perang merebut kembali Taiwan, selain untuk pertahanan lepas pantai di laut Cina Timur dan Selatan tentunya.

Baca Juga:  Lakukan Penyegaran, Kapolri Mutasi sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh, Ini Daftarnya

Kapal berukuran panjang sekitar 237 meter tersebut memang sedikit lebih kecil dari LHA “Tawon” Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), namun lebih besar dibandingkan dengan LHD Prancis atau Spanyol atau Australia yang setara. Dan tampaknya LHD yang dapat mengangkut 28 hingga 30 helikopter ini lebih mendekati LHD Trieste Italia.

Terlepas dari itu, Type 075 tetap menjadi salah satu kapal serbu amfibi terbesar di dunia. Dengan memiliki dek penerbangan yang panjang, pada waktunya akan dapat berfungsi sebagai platform lepas landas dan pendaratan vertical (VTOL), jika Cina mengembangkannya.

Selain itu dapat membawa 900 tentara, di buritan kapal juga dilengkapi dengan hovercraft dan kendaraan pendarat lain.

Kapal dipersenjatai dengan empat sistem senjata jarak dekat termasuk dua sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara HHQ-10 dan dua senapan Gatling 30 mm Type 730 berlaras tujuh.

HHQ-10 adalah sistem pertahanan yang dikembangkan untuk melindungi kapal dari serangan rudal anti-kapal dengan menggunakan peluncur kapasitas 8 hingga 24 rudal. Setiap rudal menggunakan panduan inframerah yang dapat melaju dengan kecepatan Mach 2 dengan jangkauan 6 km.

Pembangunan LHD Type 075 pertama sungguh fantastis. Berlangsung sangat cepat. Boleh dibilang mungkin tercepat di dunia saat ini. LHD Type 075 juga telah ditingkatkan kemampuannya dibanding LPD Type 071 genenrasi pertama.

Kabar terakhir, Angkatan Laut Cina akan membangun LHD yang lebih besar yang akan menjadi Type 076.

Angkatan Laut China berkembang dengan kecepatan yang luar biasa, dengan cepat melampaui hampir semua angkatan laut lainnya. Dua tahun yang lalu belum terlihat ada kapal induk amfibi beroperasi di armada Angkatan Laut Cina.

Tampaknya, dalam dekade mendatang, armada Angkatan Laut Cina kemungkinan akan menjadi kekuatan kedua setelah Angkatan Laut AS. Dan Cina membangunnya lebih cepat. (Agus Setiawan)

Baca Juga:  Mengapa Petahana Tak Lagi Otentik dan Miskin Gagasan?

Loading...

Terpopuler