Connect with us

Politik

CEPP FISIP UI: Bahu-membahu Bangun Image DPR RI

Published

on

pertemuan 'Kopi Darat' dengan Bloger dan Nitezen, di Gedung Kura-kura/Foto nusantaranews/Leman
pertemuan 'Kopi Darat' dengan Bloger dan Nitezen, di Gedung Kura-kura/Foto nusantaranews/Leman

NUSANTARANEWS.CO – Center for Election and Political Party (CEPP) atau Pusat Studi Pemilu dan Partai Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) sukes menggelar pertemuan ‘Kopi Darat’ dengan Bloger dan Nitezen, di Gedung Kura-kura,  Rabu 24 Agustus 2016. Kegiatan ini diadakan atas kerjasa dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Terkait kegiatan bertema #BulanLegislasiDPR, Direktur CEPP Fisip UI Reni Suwarso menyatakan bahwa, CEPP Fisip UI membangun hubungan antar lembaga dengan DPR RI. Tujuannya untuk mendorong anggota DPR RI supaya lebih terbuka, mengedepankan transparansi, serta mau melihat dan mendengar suara atau aspirasi menyarakat.

“Kendati demikian, CEPP FISIP UI bukan berarti menjadi pekabar baik alias membaik-baikkan DPR RI, CEPP-Fisip UI pun tidak hendak memobilisasi para blogger dan netizen untuk menjadi corong DPR RI dalam hal “kabar baik” semata. Tentu saja, yang baik kita sampaikan dengan baik dan jika ada yang keliru misal ada prilaku koruptif, kita akan mengriktisinya,” ujar  Reni Suwarso saat berbincang dengan nusantaranews.co.

Lebih lanjut, Reni menyampaikan CEPP-FISIP UI akan senantiasa memonitoring kinerja DPR RI dan senantia memberikan masukan bila diperlukan. “Kritik konstuktif pun akan kami sampaikan bagi DPR RI apabila terdapat RUU yang dirasa kurang tepat dan tidak memihak terhadapa kepentingan masyarakat,” kata dia.

Selanjutnya, dalam sambutannya, Reni menegaskan tiga hal penting yang memotivasi CEPP-FISIP UI melakukan kerjasa antar lembaga dengan DPR RI.

“Pertama, CEPP-FISIP UI ingin bahu membahu membangun image DPR RI menuju parlemen modern di masa yang akan datang. dimana belakangan DPR RI ditampilkan ke publik hanya sebatas isu-isu “miring” yang nyaris terkesan tidak ada baik sama sekali dari anggota dewan. Salah satu contoh, misalnya tentang prilaku sebagian anggota dewan yang melakukan tindak pidana korupsi,” terang Ketua Kelompok kerja “Master Plan Percepatan Pembangunan Sosial Politik itu.

Akibat dari kesan tersebut, lanjut Reni, muncullah image bahwa DPR seperti halnya sarang koruptor. Hal-hal yang positif pun dari DPR RI tidak sampai kepada masyarakat.

“Kedua, CEPP-FISIP UI mencoba melakukan satu upaya dengan bekerjasa dengan DPR RI. Salah satu upaya yang dilaukan CEPP-FISIP UI adalah meneliti, mengumpulkan data-data di DPR, menilai, menganalisis, dan kemudian membuat beberapa rekomendasi ke DPR RI,” lanjutnya.

Rekomendasi tersebut diantaranya, mendorong DPR untuk lebih terbuka ke publik, lebih transparan terkait kinerja DPR RI termasuk juga soal anggaran. Disamping itu, DPR RI bisa diharap bisa lebih terbuka menerima aspirasi masyarakat dan mau mendengar suara rakyat. Caranya cukup dengan memanfaatkan media sosial sebaik mungkin secara lebih tepat guna.

“Dengan demikian DPR RI bisa lebih eksis di mata masyarakat. Karena selain masyarakat bisa melihat atau membaca langsung segala aktifitas DPR, masyarakat pengguna media sosial bisa komunikasi langsung dengan DPR RI. Akhirnya antara DPR RI dengan masyarakat bisa berjalan lebih interaktif,” cetus Reni.

Pada prinsipnya CEPP-FISIP UI, tetap komitmen dengan tujuan awal yakni tidak hendak memobilisasi massa untuk menaikkan image bahwa DPR RI itu baik. Masyarakat bebas menilai nantinya segala bentuk aktivitas anggota dewan.

“Ketiga CEPP-FISIP UI bercita-cita memperkuat rasa cinta tanah air atau memperkokoh jiwa nasionalisme kita semua sebagai bangsa Indonesia,” serunya mengakhiri sambutannya. (Sulaiman)

Terpopuler