Connect with us

Gaya Hidup

Celana Dalam Ungu dan Kondom Vanessa Angel Salip Capres-Cawapres Dildo

Published

on

Celana Dalam Ungu Vanessa Angel. (Ilustrasi: pencarian google foto dengan kata kunci celana dalam ungu).

Celana Dalam Ungu Vanessa Angel. (Ilustrasi: pencarian google foto dengan kata kunci celana dalam ungu).

NUSANTARANEWS.CO – Sempak alias celana dalam adalah penutup tubuh paling penting dalam sejarah pakaian di dunia. Sejak Adam dan Hawa, yang dikenakan adalah daun-daun yang dijahit dengan benang hutan menggunakan duri sebagai jarumnya untuk dijadikan “mahkota” perempuan dan laki-laki.

Riwayat itu, terdengar fiktif. Dari satu kisah ke kisah yang lain dalam buku-buku atau film-film, tidak ada yang satu pendapat tentang sempak pertama. Tetapi, sempak menjadi bahan perbincangan menarik dan mudah viral. Kenapa? Karena sempak adalah ‘kata autoklik pikiran’ menuju isi sempak.

Sebentar, letakkan pikiran dan kecurigaan Anda terlebih dahalu sebelum melanjutkan tulisan ini. Letakkan pikiran Anda dalam kulkas di atas air beku dan jangan taruh di samping susu murni, nanti malah meleleh, mengalir, berfantasi ke kutang-kutang, sehingga otak gagal istirahat dari ngeres

Kembali ke sempak. Sempak adalah mula asal penciptaan pakaian manusia yang kini sudah sempurna. Adapun puncaknya adalah kerudung bagi perempuan dan songkok/kopyah/topi bagi laki-laki.

Sempak adalah benda paling berharga bagi mahkota perempuan dan pusaka sakti kaum adam. Maka jangan sangsi dengan sempak, jangan anti dengan sempak, dan jangan mudah penasaran dengan ‘Sempak’.

Tulisan ini lahir dari berita viral tentang kasus Vanessa Angel yang terciduk bersama lelaki hidung belang di sebuah hotel, di Surabaya akhir pekan lalu. Berita soal Vanessa menempati posisi teratas di antara berita-berita yang lain, termasuk meninggalkan berita viral tentang capres-cawapres bayangan alias fiktif yakni “Dildo” singkatan dari Nurhadi-Aldo.

Kata sempak lebih banyak dipilih menjadi kata kunci berita oleh sejumlah wartawan dari pada nama asli buaya darat yang membeli isi sempak Vanessa. Padahal, pengara kondang tanah air, Hotma Paris telah menantang para wartawan untuk mencari tahu siapa buaya darat itu. Namun, nampaknya wartawan juga bahwa kata kunci yang lebih menarik minat sebagian banyak pembaca adalah sempak.

Warawan dan pembaca, tentu sebagian dan tidak semua, bahkan termasuk juga penulis ini, memiliki ketertarikan terhadap sempak. Ya, karena sempak tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari, bahkan sempak adalah pakaian yang paling banyak dikenakan dalam waktu 24 jam.

Sempak Vanessa Angel banyak dibicarakan, tatkala anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian dan satu celana dalam warna ungu milik Vanessa.

Polisi juga menyita barang bukti lainnya satu kotak kondom, satu kacamata dan dua unit ponsel. Barang bukti itu digunakan untuk penanganan kasus prostitusi online yang melibatkan Vanessa dan Avriellia Shaqqila.

Namun, kuasa hukum Vanessa Angel, Muhammad Zakir Rasyidin membantah soal barang bukti kepemilikan alat kontrasepsi kondom dalam penangkapannya akhir pekan lalu.

“Sampai saat ini, kami membantah kalau dalam penangkapan, tidak ada barang bukti alat kontrasepsi yang dimiliki oleh Vanessa Angel,” kata Zakir Rasyidin dalam jumpa persnya bersama Jane Shalimar, di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (7/1).

Selain membantah soal alat konterasepsi kondom, Zakir juga menanyakan kepada kepolisian mengenai celana dalam Vanessa Angel yang dijadikan barang bukti. “Kalau celana dalam unggu benar punya Vanessa Angel. Tapi celana dalam itu dari mana? dalam tas atau di mana?,” ucapnya

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tersangka yakni mucikari yang masing-masing diketahui bernama Endang dan Tantri.

Kembali soal sempak ungu Vanessa, apa sebenarnya yang membuat pembaca penasaran dengan barang yang tak nampak itu. Toh, barang bukti ada di pihak kepolisian. Jika memang penasaran dengan sempak ungu, di toko, pasar, dan mall banyak sempak warna ungu dijual. Kenapa harus sempak Vanessa yang dicari di google?

Jelas ini bukan soal kebutuhan untuk dipakai sehingga dicari di dunia maya. Tetapi, fantasi pikiran yang kotor yang selalu ingin mengetahui lebih dalam tentang apa yang terjadi dengan Vanessa.

Pembaca yang budiman, Vanessa telah ditetapkan sebagai korban. Bahkan Vanessa telah mengaku khilaf dan dosa di depan kamera wartawan. Maka, tempatkanlan Vanessa sebagai korban, sebagai manusia yang utuh dan punya harga diri (bukan Rp 80 juta).

Pengakuan: sebenarnya penulis juga enggan–untuk tidak mengatakan benci–menulis tentang sempak yang tiba-tiba viral melebihi toko online sempak setelah terjadi kasus pencidukan Vanessa Angel. Kenapa harus sempak? Dan kenapa harus Vanessa?. Jawablah di dalam pikiran sehat Anda masing-masing.(red/mad)

Editor: M. Yahya Suprabana

Terpopuler