Connect with us

Kesehatan

Cegah Corona, Pemkab Nunukan Siapkan 96 Kamar Isolasi di Rusunawa

Published

on

Cegah Corona, Pemkab Nunukan Siapkan 96 Kamar Isolasi di Rusunawa

Cegah Corona, Pemkab Nunukan Siapkan 96 Kamar Isolasi di Rusunawa. Sekretaris Daerah Nunukan, Serfianus saat meninjau persiapan kamar isolasi di Rusunawa Nunukan.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Cegah Corona, Pemkab Nunukan siapkan 96 kamar Isolasi. Kendati belum ditemukan status positif Corona di wilayah Kabupaten Nunukan, namun berbagai langkah terus ditempuh Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi dan menangani penyebaran Covid -19. Salah satu langkah Pemkab Nunukan adalah menyiapkan satu twin Rusun (Rusunawa) sebagai tempat untuk menampung apabila terdapat masyarakat yang baru melakukan perjalanan dari daerah terjangkit.

“Kita siapkan 1 twin Rusun ini sebagai langkah antisipasi apabila diperlukan tindakan karantina”, ujar Sekrataris Daerah Kabupaten Nunukan saat melakukan peninjauan lapangan di Rusunawa Nunukan, Jumat (27/03).

Menurut Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan Serfianus langkah ini ditempuh sebagai tindakan preventif dalam upaya penanganan penyebaran Covid -19 di kabupaten Nunukan.

“Bagi yang baru tiba di Nunukan dari daerah yang terjangkit namun tidak diketemukan gejala saat proses screening, maka harus melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari. Namun bila diketemukan gejala maka dilakukan karantina di Rusun, demikian pula dengan warga Malaysia yang belum bisa kembali ke Tawau (Malaysia), sembari menunggu dibukanya kembali jalur transportasi Nunukan –Tawau maka dilakukan Karantina di Rusun.”

Senada dengan itu, Sekda Aris Suyono selaku juru bicara Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai tindakan preventif dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Nunukan.

“Saat ini di Rusun juga telah dilakukan karantina terhadap 6 orang warga Malaysia yang baru bepergian dari Sulawesi Selatan dan berniat akan kembali ke Tawau namun tertahan di Nunukan dikarenakan transportasi Nunukan – Tawau sedang ditutup”, ujar Aris menjelaskan.

Baca Juga:  Persekusi Indonesia - Puisi Chusnatul Jannah

Keenam orang tersebut diketahui adalah jamaah tabliq yang baru melakukan perjalanan dari Sulawesi Selatan. Menurut informasi, dalam waktu dekat juga akan tiba 35 orang lagi dengan menggunakan KM. Lambelu mereka juga rencananya akan karantina sesuai dengan prosedur di Rusun.

Rusun yang dikelola oleh Disnakertrans Kabupaten Nunukan ini akan digunakan maksimal dengan menyediakan sebanyak 96 kamar, di mana setiap kamarnya diperuntukkan bagi 6 orang, sehingga daya tampungnya sekitar 550 tempat tidur.

“Sembilan puluh enam kamar ini, selain untuk karantina juga sudah termasuk untuk fasilitas pendukung lainnya seperti ruang sholat dan ruang untuk petugas Satgas,” terang Peri Bara Pasa dari Disnakertrans. (ES/ed. Banyu)

Loading...

Terpopuler