Connect with us

Ekonomi

CBA: Direksi Jasa Marga Gaji Fantastis Kinerja Miris

Published

on

Jasa Marga/Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Jasa Marga, yang dinahkodai Desi Arryani patut menjadi sorotan. Karena baik buruknya kinerja perusahaan tersebut dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat banyak. Oleh karena itu, pantas saja jika harapan publik begitu besar agar mendapatkan pelayanan yang memuaskan dari perusahaan berplat merah ini.

Namun, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman, mengungkapkan bahwa lagi-lagi publik sepertinya mesti lebih bersabar, minimal untuk sekadar masalah kemacetan di tol misalnya.

“Anggap saja kemacetan yang dirasakan tiap hari tersebut sebagai bekal melatih kesabaran bapak-ibu sekalian, karena sebentar lagi bakalan mengadapi bulan puasa,” ungkapnya seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima Nusantaranews, Jakarta, Senin (22/5).

Menurut Jajang, masalah kemacetan belum teratasi mungkin saja karena saat ini memang Jasa Marga masih fokus menggenjot proyek jalan Tol. Tapi disini lagi dan lagi masih banyak permasalahan, dimana proyek yang sebagian besar dananya berasal dari pinjaman bank tersebut banyak potensi terjadinya kebocoran.

Jajang mengatakan, permasalahan di atas merupakan masalah lama atau klasik yang belum sanggup dipecahkan oleh jajaran pejabat Jasa Marga. Seolah mereka kerja setengah hati dan alakadarnya, seperti tidak digaji saja. Padahal faktanya, para pejabat Jasa Marga tersebut mendapatkan upah dan berbagai macam tunjangan yang sangat fantastis.

“Untuk 10 anggota direksi saja total gaji yang digelontorkan negara pada tahun 2016 mencapai Rp22.598.722.479, masing-masing direksi termasuk Desi Arryani sebagai direktur utama selain mendapatkan gaji pokok juga mendapatkan tunjangan perumahan, Tunjangan Hari Raya (THR), ditambah Tantiem (insentif kinerja),” ujarnya.

Desi Arryani misalnya, lanjut Jajang, yang baru menjabat jadi Direktur utama sejak 29 Agustus 2016, perbulannya mendapat gaji pokok sebesar Rp130.000.000. Ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp110,000,000, hanya dalam waktu 4 bulan Direktur Utama Jasa marga sudah mengantongi uang sebesar Rp630.000.000. Angka tersebut belum ditambah tantiem.

Baca Juga:  Menteri Puan Maharani Dinilai Minim Gebrakan, Maksimal Dalam Pencitraan

“Sedangkan untuk anggota direksi masing-masing mendapatkan gaji pokok sebesar Rp117.000.000 per bulan, ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp27.500.000 per bulan, serta THR Rp117,000,000 ditambah insentif kinerja di tahun 2016 yang mencapai Rp1.975.957.380. Masing-masing anggota direksi dalam satu tahun mendapatkan total gaji sebesar Rp3.826.957.380,” katanya.

Melihat fakta di atas, Jajang menuturkan, sepertinya kata sabar sudah tidak relevan lagi menyikapi kinerja Jasa Marga yang lamban. Dengan gaji selangit harusnya diimbangi dengan kinerja yang berkualitas, bukan malah sebaliknya.

“Mungkin hal ini juga yang mendorong Menteri Rini Sumarno kepikiran untuk menjadikan Warga Negara Asing memimpin beberapa BUMN, karena kebanyakan Dirut yang diangkatnya mengecewakan seperti di Jasa Marga,” ungkapnya.

Reporter: DM/Rudi Niwarta
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler