Connect with us

Hankam

Catatan Akhir Tahun, Kebijakan Bebas Visa dan WNA Cina di Indonesia

Published

on

Empat WNA Asal China Xue Qingjiang (51), Yu Wai Man (37), Gu Zhaojun (52), dan Gao Huaqiang (53) Saat Menebar Benih Tanaman Berbahaya di Bogor. Foto via equator

NUSANTARANEWS.CO – Pada awal tahun 2017 lalu, tepatnya 4 Januari 2017, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kepada media bahwa pemerintah tengah mengevaluasi kebijakan bebas visa yang saat ini telah diberikan pada 169 negara.

Evaluasi tersebut, kata Luhut, ditujukan kepada negara-negara yang jumlah turis asingnya pasca dilonggarkannya bebas visa ke Indonesia dinilai tidak signifikan.

Dari evaluasi tersebut, Luhut mengantongi daftar negara yang akan dicabut fasilitas bebas visanya. Namun dirinya enggan mengungkap negara-negara mana yang hendak dicabut fasilitas visanya, dengan alasan sebab Dirjen Imigrasi masih melakukan evaluasi.

Sejurus gayung bersambut, pada tahun 2017, untuk kesekian kali WNA Cina melakukan ulah. Kali ini sebanyak 27 WNA Cina berhasil ditangkap setelah melakukan kejahatan siber di Bali.

Para warga asal Tiongkok yang beraktivitas membahayakan ini pada Senin, 31 Juli 2017, dideportase ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Beberapa bulan kemudian, pada Agustus 2017, Kepolisian Resor Bogor Kabupaten, Jawa Barat, juga berhasil mengamankan 38 WNA Cina yang bekerja di perusahaan tambang PT BCMG Tani Berkah di Desa Banyu Wangi, Cigudeg. Kapolsek Cigudeg Kompol Yanyan Sopyan, Kamis (3/8/2016) menyebutkan, 38 WNA Cina diamankan karena tidak memiliki dokumen resmi keimigrasian, sebagai persyaratan tinggal di Indonesia.

Serbuan tenaga kerja asing asal Tiongkok juga diungkapkan oleh Ifan Seventeen pada 20 Oktober 2017 saat dirinya bertolak ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Ifan mengaku miris sekaligu terkejut saat mendapati ratusan lebih TKA asal Tiongkok yang tak bisa berbahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia, berbondong-bondong menjadi buruh kasar di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pada 28 Oktober 2017, para WNA asal Cina melakukan ulah kembali dengan menyelundupkan bibit padi berbakteri di Bandar Udara Soekarno Hatta. Namun Tim Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soetta berhasil menggagalkannya.

Baca Juga:  Demo 4 November, 4 helikopter TNI Penjamin Ketenangan Umat

Temuan serangan bioterorisme Cina ini terkuak setelah sebanyak 16 kilogram benih padi dari tiga orang pria asal Cina dinyatakan oleh Pihak Balai Karantina Pertanian mengandung bakteri. (*)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler