Connect with us

Gaya Hidup

Cara Istri Lahirkan Energi Positif Suami: Bunuh Pikiran, Aura dan Sikap Negatif

Published

on

Cara Istri Membahagiakan Suami. (Ilustrasi: Dok. Wisdom Within Counseling)

Cara Istri Membahagiakan Suami. (Ilustrasi: Dok. Wisdom Within Counseling)

NUSANTARANEWS.CO – Sesungguhnya standar untuk memilih pasangan hidup itu hanya satu, keinginan membangun kehidupan rumah tangga berdasarkan kebaikan. Tujuan menentukan kualitas sesuatu, bukan sarana. Mungkin saja Anda melewati suatu jalan sulit yang penuh onak dan duri, namun tujuan Anda baik. Pertama tama yang perlu Anda lakukan, menghilangkan segala pikiran, aura, sikap, dan tindakan negatif pada diri sendiri, pasangan, dan hubungan berdua.

Jadi, sejak sekarang, bahkan sejak membaca awal artikel ini, mulailah dari pikiran yang jernih.

Tentu, Anda sudah paham pernikahan adalah menyatukan Anda dan pasangan, baik hati, tempat tinggal, harta, dan lain sebagainya. Persatuan ini terjadi melalui tukar pikiran, saling membagi perasaan, dan penyesuaian kemauan. Dengan cara ini, melalui proses yang lama tetapi pasti, suami istri semakin bersahabat, akrab, saling memahami, dan saling menghargai. Dasar inilah yang mengharuskan Anda untuk membunuh pikiran, aura, sikap, dan tindakan yang negatif dalam diri dan pasangan Anda.

Dalam artikel sebelumnya (baca: Cara Istri Merubah Energi Negatif Menjadi Positif) diuraikan beberapa energi negatif secara fisik yang terdiri dari aura, sikap, dan prilaku. Bermacam energi negatif tersebut seperti suami yang bertingakah feminin, pasif, diam tanpa ekspresi, dan memendam emosi ketika terlibat dalam suatu masalah. Jika pasangan memiliki energi negatif tadi, sikap Anda harus benar-benar aktif tanpa mengurangi rasa hormat padanya untuk pelan-pelan mengubahnya ke arah yang lebih positif.

Pasangan Anda mungkin memiliki energi negatif, seperti salah waktu dan topik saat bicara dengan Anda. Sehingga memicu persoalan yang berdampak me time dan ruang pergaulan yang positif bagi Anda. Energi negatif ini memang membutuhkan kecerdasan dan kebijaksanaan Anda untuk ditransformasikan ke energi positif. Lantas bagaimana jika energi negatif itu berupa pasangan yang banyak bertingkah, kaku dalam hal menghadapi tugas dan kewajiban, serta tidak bisa rapi atau sembrono dalam berpakaian?

Baca Juga:  Politisi PAN Kawal Peningkatan Mutu Lulusan SMK Jatim
Loading...

Caranya adalah rubahlah cara pandang Anda terlebih dahulu. Biarkan pikiran Anda fokus pada hal-hal positif. Misalnya, pasangan Anda yang bertindak semau-maunya itu bukan hal yang negatif, melainkan perbuatan yang unik dan lucu. Upaya ini bukan membiarkan melainkan mempermudah proses pentransformasian dari negatif ke positif. Pikiran positif Anda akan menciptakan aura positif pula di wajah Anda. Aura yang positif akan menjadi pemandangan menyejukkan bagi pasangan Anda yang memiliki energi negatif.

Ketika pasangan Anda sudah menangkap aura positif Anda, auranya pun akan menjadi positif. Aura positif yang muncul di wajah pasangan Anda, menunjukkan adanya pikiran positif di bekanya. Berarti Anda sudah berhasil mengehkan aura negatif dalam diri pasangan melalui aura positif Anda sendiri.

Selanjutnya, dengan pancaran aura positif, Anda mesti menunjukkan sikap positif pada pasangan. Karena tidak sepenuhnya energi negatif dalam diri pasangan Anda sirna dengan adanya aura positif. Sikap positif Anda sangat penting untuk ditunjukkan pada pasangan, suapaya pasangan juga bisa bersikap lebih positif terhadap Anda. Sikap positif yang telah Anda ciptakan pada diri sendiri dan telah tertransformasi pada pasangan. Maka sikap positif tersebut harus disertai dengan prilaku atau tingkah laku yang positif pula.

Pasangan Anda yang mulanya memiliki energi negatif, dengan adanya sikap positif, tentu akan belajar untuk memperbaiki kekurangannya. Selama pasangan Anda berupaya memperbaiki dirinya, Anda berkewajiban untuk senantiasa berprilaku positif pada pasangan. Biar menjadi cermin positif pada pasangan. Pancaran positif dari prilaku positif Anda akan menjadi motivasi yang kuat terhadap pasangan Anda.

Apabila Anda telah sanggu mengenyahkan pikiran, aura, sikap, dan prilaku negatif dalam diri dan pasangan Anda. Maka bersamaan dengan itu energi negatif dalam diri pasangan Anda tidak akan muncul lagi. Misalnya energi negatif yang berupa kaku. Kekakuan pasangan Anda akan berubah menjadi tindakan riil sebagai kepala rumah tangga, seiring adanya pengertian demi pengertian yang timbul dalam diri pasangan. Dan jika awalnya pasangan Anda sembrono, akhirnya ia akan senantiasa memperhatikan penampilannya.

Baca Juga:  Mengapa Indonesia Tertinggal (2)

Begitu pula dengan pasangan yang urakan, jarkoni, tidak tegas, jago ngeles, dan mudah tergiur dengan gaya hidup orang lain, dengan enyahnya pikiran, aura, sikap, dan prilaku negatif, akan berubah pelan-pelan tapi pasti. Semua energi negatif tersebut akan sirna dengan hadirnya Anda sebagai istri yang bijaksana dengan inner beauty yang sempurna.
Dengan demikian pasangan Anda akan menjadi suami yang tegas, belajar bertanggung jawab terhadap segala kewajibannya, dan tidak akan lagi menjadi sosok suami yang fashioneble.
Misalnya lagi, jika ada sosok suami yang suka mengumbar masalah dengan pesangan pada orang lain, mencurahkan masalah pasangan di medsos (fb, bbm, twitter, dll), dan menceritakan wanita lain pada pasangan. Energi negatif ini bukan dilawan dengan energi negatif pula, seperti dihadapi dengan kemarahan atau diam karena kesal. Namun, hadapilah dengan senyuman anggun. Keanggunan Anda akan menjadi energi positif yang menyeret energi negatif ke positif pasangan.

Jadi, langkah pertama untuk melakukan transformasi energi negatif ke positif adalah mengenyahkan pikiran, aura, sikap, dan prilaku negatif. Instrumen yang dapat mempermudah adalah dengan cara (1) yakinkan diri pasangan bahwa energi negatif tidak ada; (2) bantulah mengembalikan gairah hidup saat pasangan down; (3) buatlah pasangan tidak mudah goyah oleh hal negatif dari luar; (4) rileks saat pasangan berpikir negatif pada Anda; dan (5) membuat pasangan agar selalu percaya diri. (RS/RED)

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler