Connect with us

Rubrika

Cara Istri Bantu Suami Mengekpresikan Emosi yang Tepat

Published

on

Cara Istri Hadapi Suami yang negative thingking. (FOTO: Dok. Guy Stuff Counseling)

Cara Istri Hadapi Suami yang negative thingking. (FOTO: Dok. )

NUSANTARANEWS.CO – Salah satu keunikan yang dimiliki wanita adalah pergerakan dinamis emosinya. Tanpa kehidupan emosi yang dinamis, hidup terasa kering dan membosankan. Namun kalau tidak berhati-hati, keunikan ini dapat pula menjadi kelemahan yang berpotensi menciptakan masalah.

Salah satu hal yang kerap mengejutkan suami adalah betapa cepatnya istri mengeluarkan reaksi emosional. Sudah tentu suami tidak akan berkeberatan dengan reaksi spontan dan cepat yang bersifat positif. Namun bila reaksi ini bersifat negatif, pada umumnya suami bersikap takut. Kecenderungan pria menghadapi hal ini biasanya adalah menjauh atau berusaha meredam. Itu sebabnya penting bagi istri untuk belajar mengendalikan reaksi yang bermuatan emosi kuat.

Hal semacam ini sebenarnya juga bisa berlaku sebaliknya. Karena pada dasarnya seorang wanita memang cendrung perasa sehingga lebih cepat bereaksi secara emosional terhadap suatu hal. Begitu pula dengan pria yang memang memiliki tempramen yang tinggi.

Simak:

Apabila Anda mempunyai pasangan yang secara pribadi memiliki kecendrungan emosional yang tak menentu dan tak terarah. Dalam arti tidak memiliki manajemen emosi yang efektif. Anda harus membantunya dengan cara-cara cerdas dan sebisa mungkin dapat membuat rasa cinta pasangan bertambah kuat terhadap Anda. Oleh sebabnya Anda dianjurkan untuk memiliki resep tersendiri untuk mambantu pasangan bisa mengekspresikan emosinya secara tepat dalam situasi dan kondisi apapun.

Ada resep menarik dan sederhana yang dapat Anda lakukan, yaitu: pertama Anda harus mampu mengendalikan pikiran Anda menjadi positif dengan langkah-langkah yang telah diuraikan di atas. Fungsinya untuk memberikan pengaruh terhadap pikiran pasangan yang cenderung emosional menghadapi sesuatu. Emosi pasangan yang tak terarah sebenarnya dipengaruhi oleh pikirannya sendiri yang cenderung negatif. Sehingga emosinya tak menentu dan melahirkan energi negatif pada orang lain. Itulah alasan kenapa Anda harus membantu pasangan Anda untuk bersikap positif sejak dalam pikiran (positive thinking) setiap saat.

Baca Juga:  Mahasiswa Doktor se-Indonesia Layangkan Protes ke Pemerintah Terkait Beasiswa

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Dr. Paul Gunadi bahwa, salah satu penyebab mengapa emosi mudah keluar tak terkendali adalah dikarenakan berkembangnya pemikiran secara ekstrem. Misalnya pasangan Anda melihat Anda sedang bicara akrab dengan rekan kerja Anda. Begitu melihat, pasangan Anda tanpa sadar dan dengan cepat membayangkan skenario terburuk yaitu bahwa Anda sebenarnya menyukai rekan kerja Anda itu. Tatkala pemikiran liar muncul dalam dari pasangan Anda, ia mesti berdialog dengan dirinya sendiri, menerka-nerka apa yang terjadi antara Anda dan rekan kerja Anda. Jika energi negetif menguasai pikiran pasangan Anda, akhirnya tanpa bisa mengendalikan emosi, ia akan cumburu buta dan marah-marah pada Anda.

Tugas Anda adalah memberikan penjelasan pada pasangan. Supaya pasangan bisa menerima penjelasan dari Anda, sampaikanlah di moment yang tepat. Jika perlu biarkanlah sejenak pasangan untuk memuaskan diri terhadap emosinya sendiri, sampai emosi itu reda. Namun jangan dibiarkan terlalu larut agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan. Jelaskan segala sesuatunya sampai pasangan benar-benar mempercayai Anda kembali.

Cara selanjutnya, untuk dapat mengendalikan emosi pada pasangan diperlukan tindakan antisipatif atau perencanaan. Kebanyakan reaksi emosional keluar tanpa kendali. Karena itulah sebelum Anda menghadapinya penting untuk mengantisipasi situasi yang akan Anda hadapi dari reaksi yang timbul dari pasangan. Apabila emosi yang tak terkendali dalam diri pasangan timbul karena cemburu dan curiga, Anda perlu menunjukkan sikap sedia untuk dikoreksi. Senyatanya Anda memang tidak bersalah. Hanya pikiran pasangan yang membuat suatu hal positif menjadi negatif sehingga emosinya tidak dapat dikendalikan.

Baca Juga:

Baca Juga:  Soal Demo 4 November 2016, Ini Pernyataan Sikap Aliansi Pejuang Islam Aswaja

Selain kedua cara di atas, Anda dapat membantu pasangan mengendalikan emosinya, dengan cara memintanya dengan lembut untuk menceritakan persoalan yang membuat emosinya tak terkendali. Cara ini akan membantu pasangan Anda untuk melepas beban emosi negatif yang terus mengganggu.

Ketika Anda berhasil membuat pasangan bercerita, secara tidak langsung Anda telah membantu mengurai energi negatif yang berupa emosi yang tak terkendalikan tersebut. Secara perlahan-lahan pasangan Anda akan menjadi lebih baik. Setelah itu ajaklah pasangan Anda untuk belajar menerima diri sendiri dan kenyataan yang sedang dihadapinya. Dengan cara mencoba menerima kenyataan sebagaimana mestinya, pasangan Anda akan menganggap bahwa ia tidak perlu emosi lagi jika dikemudian hari menghadapi hal serupa. (Riskiana/nn)

Editor: Achmad S.

Terpopuler