Connect with us

Traveling

Cantiknya Senja di Sungai Mahakam

Published

on

NUSANTARANEWS.CO – Di balik cantiknya Sungai Mahakam tersimpan sejuta kenangan sejarah. Kota Samarinda dipercayai didirikan oleh orang Bugis dari Kerajaan Gowa setelah Kerajaan Gowa dikalahkan oleh Belanda sekitar abad 16.

Waktu itu, sebagian pejuang Bugis yang menentang Belanda memilih untuk berhijrah ke daerah yang dikuasai oleh Kerajaan Kutai kala itu. Kedatangan mereka ini disambut baik oleh Raja Kutai yang ditunjukkan dengan pemberian lokasi pemukiman di sekitar kampung melantai, suatu daerah dataran rendah yang baik untuk usaha Pertanian, Perikanan dan Perdagangan.

Baca Juga: Menikmati Senja di Candi Plaosan di Bulan Puasa

Lalu pada tahun 1881M dibangunlah masjid Masjid Shirothal Mustaqim dan mnaranya yang sama sama dari kayu Ulin. Semaraknya syiar Islam di Masjid Shirothal Mustaqim ini telah menarik perhatian seorang Saudagar kaya Belanda yang bernama Henry Dasen untuk memeluk Islam pada tahun 1901.

Setelah menjadi muallaf, beliau turut menyumbangkan hartanya untuk masjid dengan mendanai pembangunan sebuah menara tempat muazin mengumandangkan azan di masjid ini. Menara ini juga masih berdiri kokoh hingga kini.

Jika anda berkunjung ke ibu kota Kalimantan Timur ini, maka Masjid Shirothal Mustaqim merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib anda kunjungi. Lokasinya tepat di pinggir sungai Mahakam.

Kala sore hari, anda juga patut merasakan sensasi menyeberangi sungai Mahakam yang mempunyai panjang sekitar 920 km itu. Anda bisa memulai perjalanan dari Samarinda Kota menuju Samarinda Seberang dengan menggunakan perahu ketinting. Dengan membayar Rp5000 anda sudah bisa sampa diseberang sungai.

Perahu kelotok atau ketinting masih menjadi salah satu moda transportasi andalan warga Tepian. Selain harga yang ekonomis, juga untuk menyingkat waktu lantaran kemacetan dan letak jembatan yang mengharuskan untuk memutar jauh.

Baca Juga:  Mengintip Pembuatan Sarung Tenun di Kota Seribu Masjid

Di sungai Mahakam ini, selain anda dapat merasakan sensasi perahu ketinting yang kapan saja bisa tenggelam lantaran terkena arus, bila beruntung anda juga melihat Pesut Mahakam yang saat ini sudah mulai terancam keberadaanya. Dari perahu ketinting pula anda bisa melihat ribuan ton Batubara diangkut dengan menggunakan kapal menuju laut.

Selain itu, pemandangan Islamic Center, atau masjid terbesar se-Asia Tenggara dari atas air menambah kekaguman tersendiri (Achmad)

Baca Juga:

Menikmati Indahnya Berpuasa dengan Berwisata Religi di Jakarta
9 Destinasi Wisata Wonosobo Terfavorit di Musim Lebaran
Telaga Warna, Destinasi Wisata bak Surga Dunia di Dieng
Kampung Naga, Tempat Wisata untuk Menenangkan Diri
Surat Thani Membuktikan Kerajaan Sriwijaya Sampai di Thailand
Melirik Potensi Wisata Ziarah
Menikmati Wisata Sejarah di Pulau Penyengat

Loading...

Terpopuler