Connect with us

Politik

Caleg Muda Lintas Parpol Tolak Politik Transaksional

Published

on

28 oktober, sumpah pemuda, caleg muda, politisi muda, politik transaksional, kader bangsa, pemilu 2019, nusantaranews, nusantara, nusantara news

Sejumlah caleg muda lintas partai politik (parpol) mendeklarasikan komitmen politik mereka menghadapi Pemilihan Umum 2019. (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Sejumlah caleg muda lintas parpol mendeklarasikan komitmen politik mereka menghadapi Pemilihan Umum 2019. Mereka mengaku ingin memperbaiki kondisi bangsa Indonesia.

Deklarasi bertajuk Mudakan Indonesia itu sendiri berlangsung pada Jumat (5/10) kemarin bertempat di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Para caleg menamai diri mereka dengan sebutan Caleg Muda Kader Bangsa.

“Selain memaparkan permasalahan bangsa yang belum terselesaikan, Caleg Muda Kader Bangsa juga menyatakan sikap terkait komitmen sebagai politisi muda,” ujar Patriot Muslim, caleg muda yang tergabung dalam gerakan tersebut.

Menurut mereka, deklarasi caleg muda ini merupakan refleksi menjelang peringatan 90 tahun Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober.

Berikut isi komitmen para caleg muda itu. Pertama, setia mengawal Pancasila dan konstitusi Indonesia. Kedua, berkolaborasi dan sinergis sebagai dasar aktivitas politik.

Ketiga, tidak menyebarkan segala bentuk kebohongan atau hoax demi mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Keempat, tidak melakukan seluruh bentuk politik transaksional sebagai wujud sikap anti korupsi.

Caleg muda lainnya, Rahmat Asri Sufa mengatakan gerakan Caleg Muda Kader Bangsa memiliki harapan tergeraknya seluruh elemen bangsa baik negara, parpol, caleg serta masyarakat.

“Kami mau menghadirkan optimisme dan iklim positif untuk perbaikan kondisi bangsa,” ujar Rahmat.

Tambahan, gerakan dan deklarasi ini diinisiasi oleh 30 orang caleg muda dari lintas parpol dan lintas daerah.

Mereka di antaranya yang hadir dalam kegiatan tersebut ialah Ela Nofita (Jambi), Rahmat Asri Sufa (Aceh), Patriot Muslim (DKI Jakarta), Alia Noorayu Laksono (DKI Jakarta), Febri Wahyuni Sabran (Sumatera Barat), Yabes Souhally (Maluku), Muhammad Herry Wirawan (Jawa Barat), Juwita Carolin Pasaribu (Sumatera Utara), Daniel Sihotang (Kalimantan Timur) dan lain-lain.

(anm/nvh/bya)

Editor: Banyu Asqalani

Advertisement

Terpopuler