Bupati Pamekasan Maksimalkan Program Beasiswa Studi S2 Khusus ASN

Bupati Pamekasan maksimalkan program beasiswa Studi S2 khusus ASN
Bupati Pamekasan maksimalkan program beasiswa Studi S2 khusus ASN/Foto: Bupati Baddrut Tamam saat memberikan sambutan di depan ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan.

NUSANTARANEWS.CO, Pamekasan – Dalam menyikapi setiap perubahan dan era industri yang semakin cepat, tentunya pemerintah dan masyarakat harus miliki strategi baru untuk menghadapinya.

Menurut Bupati Pamekasan Madura Jawa Timur, Baddrut Tamam seorang pemimpin di era revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia menuntut pemimpin bekerja extra ordinary, out off the box, atau bekerja di luar kebiasaan agar daerahnya mampu bersaing dengan daerah lain. Minggu, 17 April 2022.

“Menjadi pemimpin di era ini, sungguh harus bekerja extra Ordinary ya, harus bekerja out of the box, di luar cara biasa, kalo bekerja biasa-biasa saja di era pandemi ini akan berat sekali,” tambahnya, saat hadiri acara talkshow di iNews, beberapa waktu lalu.

Pihaknya pun menambahkan soal peran penting pemimpin serta keikutsertaan Pemkab Pemekasan dalam memberikan peluang belajar masyarakat utamanya anak muda.

“Dalam program beasiswa ini sebenarnya masuk dalam 5 program prioritas kami di Pamekasan, untuk program beasiswa ini kita dorong sumber daya anak-anak muda kita ini terfasilitasi,” imbuhnya.

Sementara itu, pria yang akrab disapa Mas Tamam ini pun mengungkapkan kalau Pemkab Pamekasan tengah jalin kerjasama dengan beberapa universitas di Jawa Timur.

“Saya memilih bekerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya, untuk anak-anak yang tidak mampu, untuk Ikut kuliah di Unair Fakultas Kedokteran, dan kita fasilitasi semuanya,” tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Pemekasan juga berikan kesempatan belajar dan berkembang untuk para santri yang terhalang biaya.

“Beasiswa lain berupa kerjasama dengan pesantren-pesantren yang namanya beasiswa santri,” imbuhnya.

Sementara itu, Mas Tamam tak lupa juga berikan perhatian khusus untuk para OPD di lingkungan pemerintahannya untuk juga ikut berkembang serta selalu rendah diri dalam setiap kesempatan.

“Aparatur sipil juga juga berikan kesempatan kuliah S2, karena aparatur sipilnya harus berubah, yang dulu pejabat tapi sekarang pelayan, intinya posisi kita ini diletakkan sebagai alat perjuangan, alat pengabdian, alat untuk mengubah kabupaten ini semakin lebih baik,” tambahnya.

Pihaknya menambahkan kalau pembangunan di dunia pendidikan tadi atau semua sektor dimulai dari bawah atau dari desa. Dan Mas Tamam mengajak pemimpin bekerja extra ordinary, out off the box, atau bekerja di luar kebiasaan agar daerahnya mampu bersaing dengan daerah lain.

“Karena kalau hanya bekerja biasa, rasanya berat sekali untuk membangun perubahan. Kita ingin mengubah top off mind tentang Pamekasan, dan itu tidak mudah,” tutupnya. (mh)