Connect with us

Lintas Nusa

Bupati Nunukan Resmikan Tahfidz Anak Usia Dini Pertama di Kaltara

Published

on

bupati nunukan, asmin laura hafid, tahfidz anak usia dini, kaltara, nusantaranews

Bupati Nunukan Asmin Laura Bersama Anak-Anak ‘Tahfidz’ pertama di Kaltara, Senin (15/7/2019). (Foto: Eddy Santri/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, NunukanBupati Nunukan meresmikan Tahfidz Anak Usia Dini Pertama di Kalimantan Utara (Kaltara).

Pentingnya pendidikan Al-Quran pada usia dini sebagai wadah generasi penerus di masa yang akan datang di Kabupaten Nunukan dengan menghasilkan anak yang memiliki karakter yang baik serta mencintai Al-Quran.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid saat meresmikan Yayasan Izzatul Quran Nunukan pada Senin (15/7/2019) di Ruko Tanah Merah Lamhidjung.

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pondasi Karakter, jika pondasinya kokoh maka seluruh unsur struktur bangunan diatasnya memiliki pijakan yang kuat,” ujarnya.

Hal itu juga akan terjadi sebaliknya, jika pondasi anak rapuh maka betapapun setelah periode usia dini, maka bangunan pendidikan karakter itu akan mudah runtuh, sebagaimana perumpamaan bahwa otak manusia pada usia dini ibarat kapas yang mudah menyerap air yang tak mengenal apakah air tersebut air kotor maupun air yang bersih.

Loading...

Sehingga di masa usia dini adalah waktu tepat untuk mengenalkan dan menanamkan sikap-sikap positif yang bisa berguna di masa yang akan datang.

Laura menambahkan, dengan keberadaan Yayasan Izzatul Quran untuk menumbuhkan dan mengembangkan segi-segi positif, membangkitkan bakat-bakat yang terpendam pada anak, meluruskan kecenderungan dari sifat yang tidak baik dengan mengarahkan akhlak yang terpuji, menguatkan keyakinan bahwa tujuan utama dari penciptaan manusia.

“Salah satu tugas orang tua dan pendidik adalah mengajarkan anak yakni pendidikan agama, salah satu yang dilakukan oleh orang tua dalam membiasakan pendidikan agama dengan mengajarkan anak membaca dan menghafalkan Al- Quran,” terang Laura.

Baca Juga:  DPR RI Nilai Sudah Saatnya TNI Dilibatkan dalam Penanganan Teroris di Indonesia

Ibu dua putri ini juga menyampaikan bahwa para pengajar dan orang tua untuk terus melakukan komunikasi dengan baik dan menjadi sangat penting untuk memantau perkembangan anak, karena terkadang para orang tua sibuk dengan pekerjaan sehari-harinya sehingga perkembangan anak terkadang terabaikan.

Sekretaris Yayasan Izzatul Quran, Netty ST menyampaikan Yayasan Izzatul Qur’an baru berdiri bulan ini, namun embrionya sudah berjalan sekitar dua tahun lebih yang lebih dikenal dengan Madrasah Qur’ani Nunukan telah melaksanakan beberapa kegiatan pendidikan atau pembinaan Islam, melalui pembelajaran Al Qur’an. Pertama yaitu BBQ khusus Dewasa yang telah diikuti sekitar 1000 masyarakat Nunukan hingga sebatik, Taqwa bina baca Al Qur’an untuk anak-anak yang telah diikuti sekitar 300 pelajar usia TK hingga SMP selain itu juga membina anak-anak rohani Islam (rohis) ditingkat SMA, kelas Bahasa Arab Berbakti, Terjemah Al Qur’an.

Disampaikan, Program TAUD SAQU Al Izzah ini merupakan yang pertama kalinya di Kaltara, dan telah berdiri lebih dari 100 cabang di berbagai tempat di Indonesia hingga di Malaysia hingga Australia. Program ini berjalan atas kerja sama Yayasan ‘Izzatul Qur’an Nunukan dengan Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak Bogor, yang telah dikenal sebagai pusat pendidikan Al Qur’an di Indonesia.

“Meskipun dengan kesederhanaan dan keterbatasan sekolah yang kami miliki saat ini, tidak menjadi hambatan untuk tetap menuntut ilmu karena keberhasilan utama pendidikan tidak sekedar dinilai karena ruang atau bangkunya, tapi adanya interaksi ilmu dan adab dari guru terhadap murid. Jiwa murid dan guru yang saling ikhlas dan bersemangat dalam belajar dan mengajar, menjadi kunci keberhasilan diterimanya ilmu, terlebih ilmu yang bersumber dan dihafal dari Al Qur’an,” ungkap Netty.

Baca Juga:  FKB KAPPI ’66: Tritura Masih Relevan Menghadapi Isu Kebangkitan PKI

Netty menambahkan Yayasan izzatul Quran Nunukan founding mother-nya yaitu Ustadz Bambang Galih setiawan, Ustadzah Wardah dan Ustdazah Netti berawal dari hanya sebuah gerakan pemberantasan buta aksara dlm membaca Al Quran dgn sebuah organisasi dengan nama Madrasah Qurani Nunukan.

“Dulunya selama dua tahun berjalan di gedung veteran eks. Gedung bioskop Lama, berkat dukungan dan support dari masyarakat dan jamaah sehingga dapat menggunakan gedung ini,” pungkasnya.

Pewarta: Eddy Santri
Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler