Bupati Kudus H Musthofa menyampaikan materi dalam seminar yang diselenggarakan di UMK, Jumat kemarin. Foto Dok Humas UMK/ Nusantaranews.co
Bupati Kudus H Musthofa menyampaikan materi dalam seminar yang diselenggarakan di UMK, Jumat kemarin. Foto Dok Humas UMK/ Nusantaranews.co

NusantaraNews.co, Jakarta – Bupati Kudus H. Musthofa menyebutkan, bahwa ada tiga tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian. Tiga hal itu adalah alih fungsi lahan, daya saing produk, dan juga terdapatnya lahan tidur.

Orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu mengutarakan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam seminar nasional bertajuk “Peran Penyuluh, Petani dan Lembaga Pendidikan/ Penelitian dalam Mendukung Kedaulatan Pangan” yang diselenggarakan Fakultas Pertanian UMK bekerja sama dengan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani).

“Alih fungsi lahan berdampak pada menurunnya tingkat produksi pangan karena kebutuhan industri dan perumahan, lahan tidur menjadikan produksi tidak optimal, sementara daya saing produk pertanian tantangannya lantaran berhadapan dengan produk serupa dari luar ngeri (impor),” terangnya.

Di luar tantangan yang dihadapi tersebut, lanjut Bupati dalam paparannya, masih terdapat beberapa permasalahan pembangunan pertanian. Di antaranya masih rendahnya produktivitas komoditas pertanian dan relatif masih rendahnya kualitas serta kemampuan pertani mengakses teknologi, modal, dan kekuataan kelembagaan pertani.

Selain itu, urainya menambahkan, permasalahan pembangunan pertanian lainnya, yaitu terbatasnya jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan keterbatasan tenaga kerja pertanian karena rendahnya minat menjadi petani di kalangan usia muda.

“Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian, yanti optimalisasi lahan tidur, melakukan pengaturan musim tanam, hingga penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi,” tuturnya di depan ratusan peserta seminar yang antara lain berasal dari Kudus, Demak, Pati dan Jepara. (Rosidi/Red02)

Editor: Ach. Sulaiman

Komentar