Bupati Baddrut Tamam Ajak Kepala Sekolah Berinovasi untuk Kemajuan Pendidikan Pamekasan

Bupati Baddrut Tamam Ajak Kepala Sekolah Berinovasi untuk Kemajuan Pendidikan Pamekasan
Bupati Baddrut Tamam ajak Kepala Sekolah berinovasi untuk kemajuan pendidikan Pamekasan/Foto: Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menyampaikan ucapan selamat kepada kepala sekolah.

NUSANTARANEWS.CO, Pamekasan – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak semua kepala sekolah untuk melakukan inovasi dalam rangka memajukan pendidikan. Hal itu disampaikan saat pengukuhan kepala sekolah SD dan SMP di Mandhepa Agung Ronggosukowati. Senin, 24 Januari 2022.

Menurut Baddrut, pemimpin itu harus mampu melakukan inovasi, serta melakukan trobosan baru, agar pendidikan di Kota Gerbang Salam terus mengalami kemajuan pasca dikukuhkan kepala sekolah yang baru saat ini.

“Saya ingin lihat kerja kerasnya bapak ibu kepala sekolah yang dikukuhkan hari ini untuk melakukan inovasi di sekolah masing masing tujuannya untuk kemajuan pendidikan di pamekasan,” terang Politisi PKB itu.

Dalam sambutannya Baddrut mengajak kepala sekolah untuk menjauhi sifat iri hati, karena iri akan membawa pada pekerjaan yang tidak baik. Jabatan kepala sekolah yang dicapai saat ini jadikan sebagai alat pengabdian kepada bangsa, negara dan agama. Lakukan dengan senang hati jangan membanding bandingkan dengan jabatan orang lain yang lebih tinggi. Pendidik dan kepala sekolah harus punya hati yang bersih dan pandai bersyukur atas yang diraih.

“Jika guru punya sifat iri hati dan suka membanding bandingkan jabatan orang lain maka barokah ilmu akan berkurang, ketundukan siswa juga akan berkurang. Karena dalam transpormasi ilmu itu ada rasa yang tidak bisa dibohongi,” jelas Baddrut.

Baddrut Tamam menegaskan jangan main main dengan pendidikan, karena hitam putihnya bangsa Indonesia tergatung pada generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang berada ditangan para kepala sekolah dan para guru saat ini

Baca Juga:  Tiba di Ponorogo dari Malaysia, Jenazah TKI Asal Bancar Langsung Dimakamkan

“Jika guru sudah tidak jujur dan tidak bisa mengajari siswa untuk memiliki sifat jujur dan tidak berkomitmen tinggi, bayangkan wajah Indonesia yang akan datang,” jelasnya.

Jika ingin melihat wajah Indonesia 10-20 tahun yang akan datang maka lihat siswa SMA dan mahasiswa saat ini. Jika ingin melihat wajah Indonesia 30-40 tahun yang akan datang cukup melihat siswa SD dan SMP saat ini.

“Oleh sebab itu kepala sekolah dan guru saat ini menentukan wajah Indonesia 30 tahun yang akan datang,” pungkasnya.

Diketahui, terdapat 176 nama kepala sekolah yang berkesempatan dikukuhkan. Bahkan diantaranya, ada 123 guru menjadi kepala sekolah dan 53 guru lainnya mutasi. (mh)