Berita UtamaLintas NusaRubrikaTerbaru

Bulan Maulid Nabi, Gus Fawait: Mengamalkan Pancasila Bukti Cinta Rasulullah

Bulan Maulid Nabi, Gus Fawait: Mengamalkan Pancasila bukti cintaRasulullah
Bulan Maulid Nabi, Gus Fawait: Mengamalkan Pancasila bukti cintaRasulullah

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Seluruh umat Islam di dunia pasti tahu bulan Rabiul Awal. Pada bulan tersebut juga dikenal dengan sebutan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) Muhammad Fawait mengatakan bahwa salah satu hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk mempertebal kecintaan kepada Rasulullah.

Salah satunya dibuktikan dengan melaksanakan syariat Islam dan meninggalkan apa-apa yang dilarang dalam Islam.

“Tujuan utama Rasulullah diutus di muka bumi ini adalah untuk memberi rahmat kepada seluruh alam (Rahmatan Lilalamin),” ujar pria yang akrab disapa Gus Fawaid tersebut saat dikonfirmasi Selasa (11/10).

Politikus Partai Gerindraitu menyampaikan, jauh sebelum negara-negara barat mendengungkan Hak Asasi Manusia (HAM), Rasulullah Muhammad SAW sudah menganjurkan perintah tersebut hingga sistem perbudakan di dunia sirna dari muka bumi.

Bahkan syariat Islam yang dibawa Nabi Muhammad juga menganjurkan melindungi binatang maupun tumbuhan.

Baca Juga:  Kejari Sumenep Raih Predikat Kategori Publik Informatif, Kajari: Prinsip Kami Memiliki Komitmen Bersama

“Seorang wanita yang terancam masuk neraka hanya karena menolong seokor anjing yang kelaparan dan kehausan dosanya diampuni dan dimasukkan ke dalam surga,” kata dia.

Bukti umat Islam di Indonesia mencintai Rasulullah adalah dengan mengamalkan Pancasila. Sebab, lima sila dalam Pancasila itu selaras dengan ajaran Islam yang dibawa Rasulullah.

“Sila pertama, ketuhanan Yang Maha Esa itu selaras dengan ajaran Tauhid yang dibawa Rasulullah. Hal itu juga selaras dengan QS Al Ikhlas,” jelas bendahara DPD Partai Gerindra Jatim ini.

Begitu juga sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab juga sejalan dengan ajaran syariat Islam. Hal itu juga sesuai dengan QS Annisa ayat 135.

“Baginda nadi diutus ke dunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak. Baik Hamblum Minallah maupun Hablum Minannas. Hal ini sejalan sila kedua Pancasila,” jelasnya.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia juga sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad yang mengajarkan persatuan. Bahkan dalam Alqur’an banyak sekali disebut seperti dalam QS Alhujurot, QS Ali Imron 131 dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  Lahan Pengganti Ditolak Pedagang, Relokasi Pasar Larangan Sidoarjo Layak Dikaji Ulang

“Dalam sholat juga ada anjuran berjamaah, meluruskan barisan itu juga bbagian dari anjuran persatuan,” tegas Gus Fawait.

Sila keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Menurut Gus Fawait jika dikaitkan dengan Al Qur’an juga banyak sekali seperti QS Asy Syuro ayat 38.

“Musyawarah ini bagian dari ajaran Islam. Sebab rasulullah kerap mengajak musyawarah dengan para sahabat sebelum memutuskan sesuatu,” terang ketua Fraksi Partai Gerindra.

Terakhir di sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia juga sesuai dengan ajaran baginda Nabi Muhammad. Termasuk dianjurkan dalam QS An Nahl ayat 90 yang menganjurkan berbuat adil dan kebajikan.

“Konsep keadilan itu bahkan ditegaskan dan dicontohkan Baginda Nabi Muhammad bahwa jika Fathimah sampai mencuri maka hukumnya adalah dipotong tangannya,” beber Fawait.

Oleh karena itu mengamalkan Pancasila adalah salah satu bentuk cinta kita kepada nabi karena mulai sila pertama sampai sila kelima tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan itu wujud ajaran Rasulullah yang tertera dalam Alqur’an maupun Hadits,” pungkasnya. (Setya)

Related Posts

1 of 56