Connect with us

Mancanegara

Bukan Teroris, Pelaku Penembakan Massal di Masjid Selandia Baru Disebut Gunmen

Published

on

penembakan, pelaku penembakan, penembakan massal, selandia baru, gunmen, bukan teroris, nusantaranewspenembakan, pelaku penembakan, penembakan massal, selandia baru, gunmen, bukan teroris, nusantaranews

Bukan teroris, pelaku penembakan massal di Masjid Selandia Baru disebut Gunmen. (Foto: Ilustrasi/IST)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Bukan teroris, pelaku penembakan massal di Masjid Selandia Baru disebut Gunmen. Selandia Baru dihebohkan dengan insiden penembakan terhadap jamaah muslim yang tengah melaksanakan ibadah di masjid kawasan Christchurch.

Mengutip laporan New Zealand Herald, pelaku penembakan tidak sendirian melainkan dilancarkan sejumlah pria bersenjata. Laporan sementara menyebutkan 30 orang tewas dalam insiden berdarah paling mengerikan di Selandia Baru ini. Empat orang ditahan terdiri dari 3 pria dan 1 orang wanita yang diduga sebagai pelaku.

Baca juga: Terorisme Bahasa Inggris, Bagaimana Kita Memahaminya Jika Menggunakan Bahasa Indonesia?

Tidak ada indikasi para pelaku terlibat organisasi teroris. Media Selandia Baru menyebut para pelaku penembakan sebagai gunmen.

Tak hanya bersenjata, para pelaku juga dilaporkan memiliki alat peledak yang ditempelkan di sejumlah kendaraan di kawasan Christchurch. Untungnya, alat peledak tersebut belum sempat meledak karena berhasil dijinakkan pasukan Pertahanan Selandia Baru.

Loading...

Selain itu, usai melakukan penembakan, para pelaku masih berkeliaran di sejumlah masjid di Linwood. Dengan kata lain, para pelaku memang sengaja mengincar orang-orang di dalam masjid sebagai target penembakan. Sebab, penembakan juga terjadi di masjid di Daens Ave.

Dilaporkan, para pelaku memberondong senjatanya ke arah masjid selama enam menit dan kembali ke mobilnya untuk mengambil amunisi lebih banyak sebelum melepaskan tembakan lagi. Menurut laporan media lokal, pihak berwenang telah mengidentifikasi penembak adalah seorang pria kelahiran Australia berusia 28 tahun, Brenton Tarrant.

Baca juga: Paddock Gunakan Senapan Gaya Militer untuk Menembak Kerumunan Orang di Las Vegas

Baca juga: Ariana Grande Sebut Penembakan di Las Vegas Sebagai Tindakan Terorisme

Baca Juga:  Membincangkan Posisi Muslim di Tahun Politik Bersama Eickelman

Baca juga: Lady Gaga Sebut Penembakan di Las Vegas Tindakan Terorisme

Sementara itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern angkat suara terkait insiden nahas ini. Menurutnya, peristiwa berdarah di Christchurch salah satu hari paling suram di Selandia Baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kasus penembakan massal di Selandia Baru diketahui memang sangat jarang terjadi. Pasalnya, Selandia Baru membuat aturan ketat tentang penggunaan senjata dan membatasi penggunaan senapa semi otomatis sejak 1992 silam, dua tahun setelah seorang pria pengidap gangguan mental menembak mati 13 orang di Kota Aramoana, Pulau Selatan.

Menurut undang-undang Selandia Baru, siapa saja yang berusia di atas 16 tahun dapat mengajukan izin untuk memiliki senjata api standar dengan syarat telah lulus dari kursus keselamatan. Namun begitu, izin yang diberikan ini secara tidak langsung telah memberikan peluang bagi warga untuk membeli dan menggunakan senapan tanpa pengawasan.

(eda/as)

Editor: Eriec Dieda

Loading...

Terpopuler