Mancanegara

AS Bujuk Turki Ubah Target dalam Operasi Ranting Zaitun di Afrin

NUSANTARANEWS.CO, Brussels – Menteri Pertahanan Turki Nurettin Canikli dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis telah menggelar pertemuan di Kementerian Pertahanan NATO di Brussels, Belgia. Menhan Turki dan AS dalam pertemuan ini menegaskan kembali hubungan pertahanan antara Turki dan AS yang sempat tegang menyusul digelarnya Operasi Ranting Zaitun di Afrin, perbatasan Suriah. Sebagai sekutu NATO, AS merasa sangat penting tetap merangkul Turki meski serangan militer di Afrin tak disetuji AS.

Dalam pertemuan tersebut, Mattis disebut menawarkan bantuan pasukan kepada Turki untuk memburu organisasi teroris PKK/PYD yang menggunakan nama SDF di Suriah. Disebutkan, Mattis menawarkan kepada Turki sebuah rencana agar Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi bisa membantu TSK melawan PKK. Kata Mattis, YPG Kurdi dan PKK jelas berbeda.

“Kami ingin Partai Demokratik (PYD) dan YPG dibersihkan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF),” kata Canikli. Senab, selama ini Ankara menilai kelompok teroris telah menyamar dan bekerja sama dengan PYD dan YPG. Sialnya, kedua kelompok ini belakangan diketahui didukung Amerika.

Baca Juga:  Tepi Barat Bergolak, Pasukan Zionis Terus Membunuhi Warga Palestina

Baca juga:
AS Membentuk Pasukan Bersenjata Baru di Suriah Dengan Kekuatan 30.000 Personil
Perang Tak Kunjung Berhenti, ‘Balkanisasi’ Suriah Segera Dilakukan

Mattis menegaskan, PKK adalah organisasi teroris. Sedangkan PYD dan YPG bukan bagian dari kelompok tersebut. “Kedua kelompok sangat berbeda,” kata dia.

Tak hanya membahas soal perbedaan PYD, YPG dan PKK, Mattis juga meyakinkan Canikli bahwa AS tidak mempersenjatai dan memberi amunisi kepada PYD dan YPG di Afrin seperti tuduhan Turki selama ini. “Amerika Serikat akan terus berdiri bersama Turki dalam perjuangan melawan PKK dan semua ancaman teroris,” kata Mattis.

Namun, Anadolu Agency Januari lalu menurunkan sebuah berita yang menyebut PKK dan PYD telah merebut seperempat wilayah Suriah sekaligus membentuk sebuah angkatan bersenjata yang didukung AS. Selain itu, pemerintah AS juga sebelumnya mengumumkan tetap mendukung PKK dan PYD di provinsi Deir ez-Zor dan Raqqah di timur Suriah yang dikenal memiliki ladang minyak paling produktif. Dan guna mengamankan ladang minyak tersebut, AS berencana menciptakan sebuah angkatan bersenjata dalam skala besar yang terdiri dari orang-orang Kurdi Suriah. (red)

Baca Juga:  Lawan Provokasi Barat, Belarusia dan Rusia Tingkatkan Kerja Sama Militer

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 5