Buah Apel, Kandungan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Buah Apel. Foto: Dok. NusantaraNews/Achmad Sulaiman

Buah Apel. Foto: Dok. NusantaraNews/Achmad Sulaiman

NUSANTARANEWS.CO – Apel merupakan salah satu jenis buah klimaterik, artinya apel akan tetap mengalami proses pematangan setelah dipanen. Daging maupun kulit buah apel mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat terhadap kesehatan. Kandungan gizi apel di antaranya adalah air, energi, karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin E, vitamin K, natrium, kalsium, besi, magnesium, fosfor, zinc, dan masih banyak lagi. Karena kandungan gizinya yang beragam, maka apel tergolong buah yang bergizi komplet.

Desty Ervina Puspaningtyas dalam bukunya The Miracle of Fruits Melihat banyaknya kandungan gizi, sudah pasti apel mempunyai banyak manfaat kesehatan. Berdasarkan penelitian di Polandia terhadap 592 pasien kanker kolesterol dan 765 pasien sehat yang diterbitkan European Journal of Cancer Preventionmengungkapkan bahwa dengan memakan satu buah apel setiap hari secara teratur dapat mengurangi risiko berkembangnya kanker kolorektal.

Apel mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan ini berperan penting dalam melawan LDL yang berisiko pada penyumbatan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, flavonoid juga meningkatkan HDL yang bermanfaat mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah. Secara lebih rinci, flavonoid dalam apel diyakini mampu mencegah kerusakan sel-sel atau jaringan pembuluh darah.

Desty Ervina menambahkan berdasarkan studi preklinis yang dilakukan di Universitas Cornell, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa mengonsumsi satu apel per hari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebanyak 17%, konsumsi tiga apel sehari dapat menurunkan risiko kanker payudara sebanyak 35%. Apabila konsumsi enam apel sehari, risiko tersebut dapat terus turun hingga 64,4%.

Selain kanker paru-paru dan kanker payudara, kandungan quercetin dapat mencegah terjadinya serangan kanker pancreas, kanker kolon, kanker hati, kanker prostat, dan kanker usus. Quercetin merupakan salah satu jenis flavonoid yang terdapat pada buah apel. Senyawa ini berfungsi penting melindungi sel otak dari kerusakan radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Karena itu, mengonsumsi apel dapat dikatakan sebagai salah satu solusi untuk menjaga kesehatan otak dan mencerdaskannya.

Apel termasuk buah yang kaya karoten. Senyawa karoten dalam apel berperan penting sebagai pencegah berbagai macam penyakit. Karoten memiliki aktivitas sebagai vitamin A dan antioksidan yang berguna untuk menangkal serangan radikal bebas penyebab berbagai penyakit degeneratif, seperti penyakit kanker dan diabetes. Dengan demikian, mengonsumsi apel berarti menjaga tubuh Anda tetap sehat, dan melindunginya dari berbagai penyakit yang merusak tubuh dan otak.

Lebih jauh, kata Desty Ervina apel mengandung pektin dalam jumlah yang banyak. Pektin dikenal sebagai antikolesterol karena dapat mengikat asam empedu yang merupakan hasil akhir metabolisme kolesterol. Pektik dapat berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan serat dan pektik dalam apel terbukti berperan ampuh menurunkan risiko penyebab penyakit jantung, seperti kelebihan bobot badan, peningkatan tekanan darah, dan peningkatan kolesterol tubuh.

Pewarta/Editor: Romandhon

Exit mobile version