Berita UtamaMancanegaraOpiniTerbaru

BRICS Akan Putuskan Menerima Anggota Baru Tahun Ini

BRICS Akan Putuskan Menerima Anggota Baru Tahun Ini

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Kelompok negara-negara BRICS akronim dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan saat ini dilaporkan tengah merumuskan kriteria untuk menerima negara-negara lain yang ingin bergabung dengan blok tersebut.

Menteri luar negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor mengatakan bahwa hal tersebut akan diputuskan pada tahun ini apakah akan menerima negara-negara baru dan negara-negara mana saja itu. Afrika Selatan adalah ketua BRICS tahun ini.

“Negara-negara sedang mencari mitra yang berpikiran sama di seluruh dunia,” katanya pada konferensi pers pada hari Kamis. “Banyak negara menemukan bahwa pendekatan BRICS adalah salah satu yang ingin mereka ikuti,” katanya.

Dengan memperluas keanggotaannya, BRICS tentu akan semakin meningkatkan pengaruh globalnya sebagai penyeimbang kekuatan ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan anggota Uni Eropa.

Menurut Jim O’Neal, seorang ekonom Perusahaan keuangan global Goldman Sachs, pencetus akronim tersebut memprediksi bahwa pada tahun 2050, kekuatan gabungan ekonomi negara-negara BRICS akan mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini.

Baca Juga:  Zimbabwe Ingin Bergabung dengan BRICS

Nah, bisa dibayangkan betapa besar kekuatan BRICS apabila keanggotaannya bertambah besar. Saat ini saja BRICS mewakili hampir seperlima dari perekonomian global.

Sejauh ini tak satu pun dari negara-negara BRICS turut menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia yang diprakarsai Barat. Negara-negara BRICS tetap bersatu demi kebutuhan bersama untuk mengatasi ketidakadilan. Seperti ketidakadilan dalam sistem ekonomi, keuangan dan perdagangan internasional yang ada dengan mencari langkah terobosan untuk penyesuaian dalam tatanan ekonomi global yang lebih terbuka dan setara.

Selama beberapa dekade, dolar telah menjadi mata uang cadangan terpenting di dunia dan mata uang yang paling banyak digunakan untuk penyelesaian ekonomi dan perdagangan global.

Peran besar dolar dalam sistem pembayaran global selama ini tidak hanya memberikan AS keuntungan finansial yang besar dalam tatanan ekonomi dunia, tetapi juga telah menjadikannya secara efektif sebagai senjata untuk menindak negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingannya.

Oleh karena itu, BRICS didirikan dengan komitmen tidak akan pernah digunakan sebagai senjata untuk menekan pihak lain. Sehingga sanksi AS dan Barat serta  penyitaan aset Rusia telah mendorong urgensi de-dolarisasi di seluruh dunia.

Baca Juga:  Jelang Natal, Pasukan AS Kembali Terlihat Menyelundupkan Minyak Mentah Suriah

Bukan hanya BRICS, negara-negara berkembang lainnya pun menyadari kebutuhan untuk mengurangi peran dolar dalam pembayaran global.

Disinilah tantangan BRICS untuk segera mengintegrasikan lebih lanjut kebutuhan berbagai negara dengan membangun sistem pembayaran baru yang lebih aman. Jika mereka dapat mencapai tujuan infrastruktur alternatif itu maka negara-negara berkembang lain tentu akan berbondong bergabung di dalamnya.

Inilah saatnya muncul kekuatan baru untuk mengakhiri Pax Americana dan hegemoni dolar AS yang sewenang-wenang selama ini. (Agus Setiawan)

Related Posts

1 of 12