Connect with us

Ekonomi

BPS: Memasuki Musim Panen, Harga Beras Turun

Published

on

Kepala BPS Suhariyanto/Foto Andika/NUSANTARAnews
Kepala BPS Suhariyanto/Foto Andika/NUSANTARAnews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pada April 2017, harga beras kualitas di penggilingan turun 0,68 persen menjadi Rp 9.325 per kilogram (kg) dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, rata-rata di penggilingan untuk kualitas premium mengalami kenaikan 2,16 persen. “Hal ini tak lepas dari masuknya musim panen,” ujar dia di Gedung BPS, Jakarta, Selasa, 2 Mei 2017.

Harga beras dengan kualitas medium dan rendah di penggilingan juga mengalami penurunan. Untuk harga beras medium turun 0,59 persen menjadi Rp 8.654 per kg, sedangkan kualitas rendah turun 0,39 persen menjadi Rp 8.306 per kg.

“Jika dibandingkan April 2016, beras kualitas medium dan rendah mengalami penurunan harga, masing-masing 3,40 persen dan 2,41 persen,” kata Suharityanto.

Sedangkan untuk harga gabah kering panen di tingkat petani turun 1,49 persen menjadi Rp 4.308 per kg, dan turun 1,56 persen menjadi Rp 4.391 per kg di penggilingan jika dibandingkan Maret 2017.

Rata-rata harga gabah kering giling di petani Rp 5.220 per kg atau turun 4,25 persen dan di penggilingan Rp 5.313 per kg atau turun 4,52 persen. Sedangkan harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp 3.705 per kg atau turun 0,10 persen dan di tingkat penggilingan Rp 3.782 per kg atau turun 0,03 persen.

Jika dibandingkan April 2016, rata-rata harga pada April 2017 di tingkat petani untuk gabah kering petani naik 1,08 persen, sedangkan gabah kering giling dan gabah kualitas rendah turun masing-masing 4,64 persen dan 0,11 persen.

“Di tingkat penggilingan rata-rata harga gabah kering petani naik 1,18 persen, sedangkan gabah kering giling dan gabah kualitas rendah turun masing-masing 5,01 persen dan 0,21 persen,” demikian Suhariyanto.

Baca Juga:  Kemiskinan di NTT dan Sultra Menurun, Berikut Laporan BPS

Pewarta: Richard Andika
Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler