BPOM Tarakan dan Pemkab Nunukan Gelar Advokasi Terpadu Program Desa

BPOM Tarakan dan Pemkab Nunukan gelar advokasi terpadu program desa.
BPOM Tarakan dan Pemkab Nunukan gelar advokasi terpadu program desa/Foto Kegiatan BPOM Tarakan dan Pemkab Nunukan yang menggelar Sosilsasi Advokasi Program Desa Dan Pasar Pangan.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, membuka secara resmi acara Advokasi Terpadu Program Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Intervensi Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah di Kabupaten Nunukan.

Acara tersebut dilaksanakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Kota Tarakan melalui Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kab. Nunukan yang digelar di ruang pertemuan VIP Lt. IV Kantor Bupati Nunukan, Kamis (21/4).

Tampak hadir dari BPOM Tarakan Peneliti Farmasi dan Makanan (PFM) Christine Natalia Panjaitan, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Kab. nunukan Sabri, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendudukan dan KB dr. Rustan Syamsuddin, pimpinan Organisasi Wanita, Ketua Forum Keluarga Sehat Kab. Nunukan. Acara ini juga diikuti oleh para peserta yang hadir melalui zoom meeting.

Dalam sambutannya H. Hanafiah menyambut baik kegiatan ini dan menilai sangat penting dan strategis serta baik bagi Kabupaten Nunukan. Karena diketahui bersama bahwa permasalahan keamanan makanan menyangkut jiwa anak-anak, apalagi saat ini masyarakat sedang menghadapi pesoalan yang berkaitan dengan stunting dan kegiatan ini sangat baik dalam menyiapkan generasi-generasi mendatang dengan memiliki asupan gizi yang cukup.

“Pemerintah di berbagai jenjang, mulai dari Pemerintah Pusat hingga pada level Kabupaten dan Kota, memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, termasuk menjamin keamanan dan kesehatan dari bahan-bahan pangan tersebut. Pemerintah tentu saja tidak bisa bergerak sendiri, butuh sinergi dan Kerjasama lintas sectoral dari berbagai pihak untuk mewujudkannya, mulai dari BPOM, LSM, relawan, serta Masyarakat,” ujarnya.

Hanafiah berharap agar bahan pangan dan jajanan yang ada di sekolah-sekolah sudah memenuhi standar Kesehatan karena selama ini banyak jenis makanan yang dijual di lingkungan sekolah tidak sesuai dengan standar keamanan dan Kesehatan pangan.

“Persoalan keamanan dan Kesehatan pangan di sekolah bukanlah persoalan yang mudah. Dibutuhkan Kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, mulai dari pihak sekolah, para orang tua, para pelaku usaha, dan pihak-pihak yang lain untuk penyelesaiannya,” tegasnya.

Hanafiah juga berharap, melalui kegiatan ini dapat tercapai satu persepsi dan pemahaman yang sama dalam melihat persoalan keamanan dan Kesehatan pangan di tengah masyarakat. Dan dari pemahaman yang sama itu dapat dilakukan sinkronisasi program yang ada di Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan program-program Nasional yang dikawal oleh BPOM. (ADV/ES)