Connect with us

Hankam

BNPT: Terorisme Model Baru Gunakan Media, Termasuk Media Sosial

Published

on

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. (Foto: Istimewa/Net)

NUSANTARANEWS.CO, Bandung – Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius mengatakan, gerakan radikalisme dan terorisme di tanah air telah mengikuti perkembangan teknologi. Ia khawatir, perkembangan teknologi tersebut nantinya justru akan mengusik jari diri bangsa, terkhusus generasi muda.

“Terorisme model baru menggunakan media, termasuk di dalamnya media sosial. Mereka mengajak untuk menjadi radikal, merekrut menjadi teroris, melakukan bai’at, sekarang dilakukan secara online. Kita yang setiap hari berselancar di dunia maya harus menyadari dan kritis dalam menghadapi konten seperti itu,” kata Komjen Suhardi Alius saat mengisi Stadium General di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Rabu (8/11) kemarin.

Ia menambahkan, tak menutup kemungkinan teroris bermunculan dari kalangan terdidik, khususnya di dunia perguruan tinggi. Dan untuk itu, katanya, mahasiswa harus pandai-pandai serta cermat mengenali teman-temannya supaya bisa berperan dalam upaya mencegah radikalisme di kalangan dan lingkaran kampus dan mahasiswa.

Lebih lanjut, Komjen Suhardi Alius menegaskan, radikalisme dan terorisme adalah ancaman nyata bagi kesatuan bangsa.

Untuk itu, ia berpesan perguruan tinggi agar dapat mendidik para mahasiswa yang notabene generasi penerus bangsa sehingga mereka benar-benar dipersiapkan untuk memiliki wawasan luas serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kebangsaan yang tinggi. (ed)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Loading...

Terpopuler