Connect with us

Lintas Nusa

BNN Tulungagung: Indonesia Sudah Menjadi Pasar Terbesar Narkoba

Published

on

Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Saber Pungli di Aula Sekolah SMK N 3 Boyolangu Jln. Kimangu Saskoro, Kamis (23/3/17)/Foto dim07/pen81
Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Saber Pungli di Aula Sekolah SMK N 3 Boyolangu Jln. Kimangu Saskoro, Kamis (23/3/17)/Foto dim07/pen81

NUSANTARANEWS.CO, Tulungagung – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menilai bahwa Indonesia sekang ini sudah menjadi pasar terbesar peredaran narkoba. Hal itu disampaikan Anggota BNN Tulungagung Suroso dalam acara Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Saber Pungli di Aula Sekolah SMK N 3 Boyolangu Jln. Kimangu Saskoro, Kamis (23/3/17).

“Kita harus selalu waspada, karena narkoba mengancam generasi bangsa. Indonesia sudah menjadi pasar terbesar narkoba, dengan jaringan dari China – lewat Malaysia lalu masuk ke Indonesia,” ungkap Suroso di acara yang dipimpin langsung oleh Camat Boyolangu.

Suroso menyampaikan bahwa petugas BNN walaupun didukung oleh Polri, TNI dan Pemda tidak akan berhasil memberantas narkoba tanpa dukungan dan kepedulian warga masyarakat seluruh Indonesia.

“Untuk itu dimohon para Kades dan Ketua RW agar lebih peduli dan mempelopori kewaspadaan terhadap narkoba di lingkungannya maupun keluarganya,” tegas Suroso dihadapan sekitar 250 orang perserta yang terdiri dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Karang Taruna, LPM, BPD, RT, RW, dan perwakilan Anak Sekolah se Kecamatan Boyolangu.

Ditambahkan Suroso, di pondok maupun di sekolah-sekolah orang yang harus lebih waspada terkait Narkoba. Jenis Narkoba sudah 63 masuk di wilayah Insonesia.

“Maka kita harus hati-hati untuk mengawal dan memantau perkembangannya, termasuk juga memberi pelajaran kepada keluarga maupun lingkungan kita, dan ciri orang pecandu narkoba Lesu, Pucat, Malas, penakut, raut muka menua, dan tidak sadarkan diri. Orang kecanduan harus di rehebilitasi,” tambah Suroso.

Acara sosialisasi P4GN dan Saber Pungli yang juga dihadiri oleh Kapolsek Boyolangu AKP Puji widodo, Danramil 0807/02 Bouolangu Kapten Inf Haryanto, Perwakilan Polres Tulungagung Iptu Adik Prasetio, Para Kepala Sekolah, dan Kepalada desa itu, diawali dengan sambutan Camat Boyolangu dan Pemutaran Film karikatur tentang bahaya narkoba. (dim07/pen81)

Baca Juga:  Saber Pungli Bisa OTT, KPK Pastikan Tak Akan Bertabrakan

Editor: Achmad Sulaiman

Loading...

Terpopuler