Connect with us

Hukum

Bloomberg: KPU Indonesia Melanggar Prosedur Pemilihan

Published

on

Bloomberg

Seorang petugas pemilu menyetor surat suara pemilih ke sebuah kotak di tempat pemungutan suara selama pemilihan umum di Bogor, Jawa Barat, Indonesia/Foto: Bloomberg

NUSANTARANEWS.CO – Bloomberg.Com melaporkan bahwa KPU Indonesia melanggar prosedur pemilihan, demikian tajuk berita pada hari Kamis (16/5) lalu. Menurut media yang berbasis di New York ini, Badan pengawas pemilu Indonesia, yang dikenal sebagai Bawaslu telah menemukan pelanggaran prosedur resmi dalam penghitungan suara pemilihan presiden.

Laporan Bloomberg.Com tersebut bejudul:

“Investigation Finds Indonesia’s Election Commission Violated Vote Procedures”  

“An investigation found that Indonesia’s election commission violated official procedures when tallying votes during the country’s presidential election.

Indonesia’s election supervisory agency, known as Bawaslu, said Thursday that the election commission incorrectly entered vote data during the count. It didn’t release further details, including how many errors were made and what impact they may have had on the final tally. …”

Loading...

Seperti telah diberitakan, berdasarkan investigasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya ditemukan pelanggaranan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait tata cara dan prosedur penginputan data ke dalam sistem informasi penghitungan suara (situng).

Berdasarkan sidang gelar perkara putusan soal sistem informasi penghitungan suara atau Situng, Bawaslu memutuskan bahwa KPU telah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data Situng.

“KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara atau situng,” kata Ketua Majelis Hakim Bawaslu, Abhan, Kamis (16/5).

Bawaslu kemudian memerintahkan kepada KPU untuk memperbaiki tata cara menginput data ke dalam sistem Situng.

Pelanggaran itu juga terkait dengan proses pendaftaran lembaga quick count dan entri data di Sistem Informasi Pemungutan Suara (Situng). Keputusan bersalah ini, berdasarkan pada hasil sidang putusan yang diselenggarakan oleh Bawaslu yang tertuang dalam surat putusan Nomor: 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019.

Baca Juga:  Titi Anggraini Sebut Pemilu 2019 Paling Besar dan Kompleks

Hasil investigasi Bawaslu ini tidak terlepas dari laporan tim Prabowo Subianto yang memberikan laporan kepada Bawaslu bahwa telah terjadi 73.000 kesalahan entri data yang dilakukan oleh KPU. Temuan pelanggaran ini, memperkuat dugaan adanya kecurangan pemilu. Meski begitu, Bawaslu menolak untuk menghentikan perhitungan suara, sebagaimana yang diminta oleh Tim BPN. (Banyu)

Loading...

Terpopuler