Connect with us

Hukum

Bidik Nurhadi, KPK Tangkap Tangan Panitera Jakarta Utara

Published

on

Barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jakarta Utara/NUSANTARANEWS.CO FOTO/Rere Ardiansah

Barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jakarta Utara/NUSANTARANEWS.CO FOTO/Rere Ardiansah

NUSANTARANEWS.CO – Bidik Nurhadi, KPK Tangkap Tangan Panitera Jakarta Utara. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap salah satu gengs mafia peradilan, kali ini yang ditangkap adalah Panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Rohadi. Dia ditangkap bersama tiga orang lainnya. Rupanya penangkapan panitera PN Jakarta Utara ini bukan tanpa maksud. Penangkapan Rohadi ini rupanya masih ada sangkut pautnya dengan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.

Wakil Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso berujar sebelum menggelar penyidikan terhadap Rohadi, KPK telah menerima Laporan Hasil Analisa (LHA) Rohadi dari PPATK. Dalam laporan tersebut ada beberapa transaksi yang mencurigakan, hanya saja dia enggan menjelaskan secara gamblang.

Menurutnya sah-sah saja jika PPATK membuat LHA para penegak hukum dan dilaporkan ke KPK, sebab tugas dan peran PPATK bersama KPK adalah untuk memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi yang dilakukan para penegak hukum.

“PPATK dan KPK inikan bekerjasama untuk memberantas dan mencegah tindak pidana korupsi. Nah yang paling utama bersih itu adalah para penegak hukum seperti Hakim, Jaksa, Kepolisian dan memang harus bersih itu. Karena semua kasua itukan bermuaranya di pengadilan, kalau pengadilannya tidak bersih bagaimana hukum kita mau benar,” katanya di Jakarta, Jumat, (17/6/2016).

Saat disinggung kenapa PPATK malah membuat LHA Rohadi dan bukan Nurhadi yang menjadi bidikan KPK saat ini? “Yang jelas mah typologi para pejabat itu pasti ada calo-calonya ada orang-orang dekatnya, orang dekatnya itu bisa sopir pribadi, ajudan, ponakan, teman sekolah, bisa orang lain. Jadi kami pun di PPATK yang kami cari itu bukan orang ini (Nurhadi), melainkan orang-orang terdekatnya. Biar kelihatan jaringannya itu kemana ‘oh ternyata yang mendirect itu dia (Nurhadi),” ungkapnya.

Baca Juga:  Gagasan Kiai Ma'ruf Soal Arus Baru Ekonomi Indonesia Dinilai Dapat Sambutan Luar Biasa

Diketahui bidikan terhadap Nurhadi sudah dilakukan KPK sejak jauh-jauh sebelumnya, tepatnya sejak pertama kali KPK menangkap tangan Kasubdit Perkara Perdata MA Andri Tristianto Sutrisna (ATS). Diduga kuat Andri merupakan salah satu kaki tangan dari Nurhadi, namun karena mafia di MA saling menutup-nutupi Andri pun enggan buka mulut terkait keterlibatan Nurhadi.

Selanjutnya KPK juga melakukan OTT terhadap Panitera Pengganti di PN Pusat, kasus tersebut diduga kuat bakal menyeret Nurhadi menjadi tersangka. Hal tersebut semakin terlihat saat Nurhadi berusaha menyembunyikan anak buahnya Royani yang diduga saksi kunci kasus perkara yang bakal menyeret Nurhadi. Jika dilihat alur OTT yang dilakukan KPK secara beberapa bulan terakhir ini, merupakan strategi dari KPK agar Nurhadi bisa lebih mudah ditetapkan menjadi tersangka. (Restu)

Loading...

Terpopuler