Menko PMP Puan Maharani saat Konferensi pers usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (1492017). Foto Rivhard Andika/ NusantaraNews.co
Menko PMP Puan Maharani saat Konferensi pers usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (1492017). Foto Rivhard Andika/ NusantaraNews.co

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyampaikan, Indonesia akan menjadi penyelenggara Festival Seni Internasional Europalia, pada 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018.

Festival tersebut nantinya akan digelar selama 104 hari di 40 kota dan tujuh negara Eropa. Ketujuh negara itu adalah Belgia, Perancis, Jerman, Belanda, Austria, Polandia, dan Inggris. Rencananya, Festival Europalia yang bertema “Ocean of Becoming” akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Indonesia akan menjadi penyelenggara Europalia Arts Festival. Dilaksanakan selama 104 hari, meliputi 7 negara dan 40 kota yang ada di Eropa,” ujar Puan, dalam konferensi pers usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Menurut Puan, saat ini persiapannya sudah hampir 80-90 persen siap, dan disiapakan oleh Kemendikbud melalui Dirjen Kebudayaan.

Sebanyak 316 seniman Indonesia akan dilibatkan dalam festival seni tingkat internasional tersebut. Mereka akan menampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya khas Indonesia. Pertunjukan adat dari Tanah Batak, Sigale-gale, merupakan salah satu budaya yang akan disuguhkan kepada masyarakat Eropa. Ada pula pertunjukan Tari Bali dan Pencak Silat.

Selain itu, para musisi Tanah Air juga akan mengisi festival ini. Penyanyi dangdut Ikke Nurjanah dijadwalkan akan tampil di Den Haag, Belanda pada 6 Januari 2018. “Nanti Indonesia akan menampilkan berbagai macam event dengan 316 seniman yang kami ikut sertakan, yang akan dikoordinasikan oleh Pak Mendikbud,” ucap Puan.

Puan mengharapkan, melalui Festival Europalia ini Indonesia bisa memperkenalkan berbagai bentuk kebudayaan dan meningkatkan sektor pariwisata. Selama acara berlangsung, Kementerian Pariwisata akan mempromosikan 10 destinasi pariwisata yang menjadi unggulan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga akan bertemu dengan pebisnis dan investor dari Belanda, Belgia dan Luxemburg. “Di samping nation branding, ada juga kegiatan yang memiliki nilai keekonomian. Oleh karena itu selama berlangsungnya Europalia akan ada kegiatan promosi Indonesia di bidang pariwisata, perdagangan dan investasi,” kata Retno.

“Di bidang investasi akan ada pertemuan khusus Pak Wapres bertemu dengan para pelaku bisnis dan investor, yang tidak hanya datang dari belgia, tapi juga dari belanda dan juga Luxemburg,” imbuh Retno.

Retno menjabarkan salah satu yang akan diperkenalkan dari Indonesia adalah potensi kenikmatan kopi dalam negeri. Selain itu, Kadin Belgia akan mempertemuakan Wapres RI dengan pelaku bisnis dan investor dari berbagai negara, seperti Belgia, Belanda, Luxemburg. “Europalia bukan event seni budaya di Belgia saja. Ini adalah event yang sifatnya Eropa,” tutur dia.

Festival Europalia ini akan menjadi kegiatan kebudayaan yang digelar setiap dua tahun sekali di Eropa. Europalia merupakan asosiasi internasional nonprofit yang berdiri sejak 1959 di bawah naungan Raja Belgia.

Setelah melalui tahap seleksi yang ketat, Indonesia terpilih menjadi negara penyelenggara Festival Europalia 2017. Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara pertama yang tampil pada festival tersebut.

Pewarta: Ricard Andhika
Editor: Ach. Sulaiman

Komentar