Connect with us

Budaya / Seni

Berkelana Dalam Penjara

Published

on

Penjara/Ilustrasi. (Foto: Iistimewa)

Penjara/Ilustrasi. (Foto: Iistimewa)

Puisi Hindun Nur Khasanah

Berkelana Dalam Penjara

Putaran waktu membawaku kesebuah tempat
Bangunan sederhana penuh penderitaan
Manusia-manusia berkumpul tanpa sekat
Tawa penuh kebohongan
Perbincangan mereka hanya keluh kesah

Ada hari dimana mereka terbang dengan bebasnya
Keluar dari zona penderitaan
Itulah yang paling dinantikan oleh semua tahanan
Diluar sana, banyak hal yang terlewatkan
Seakan peradaban telah jauh berlari
Sementara aku, tertinggal jauh dari zaman
Terkurung dalam sebuah kotak
Tanpa burung-burung pemberi kabar

Jalan pulang?
Entahlah…..saat ini aku lupa arah kembali
Terlalu hanyut dengan keindahan surga
Ingin rasanya waktu untuk berhenti
Dana kusinggahi kenyamanan ini
Namun, kontrak ini harus ku habiskan
Walaupun darah ini serasa mendidih
Api pun tak kuasa dengan panasnya

Dimanakah tempat pemberhentian?
Perjalanan ini sungguh melelahkan
Tak sanggup lagi untukku melangkah

Purwokerto, 17 Februari 2019

Penyejuk Hati

Sore mengundang gerimis
Lantunan suara penyejuk hati bergemuruh
Iringan musik mengudara penuh semangat
Para penikmat mulai hanyut
Mengikuti alunan merdu

Hujan pun tau diri
Ia datang hanya untuk pergi
Memberi kesempatan para penikmat
Menghabiskan sore menuju senja
Bersama matahari yang mulai redup

Tak hanya para penikmat, para pemain pun hanyut dalam lantunan
Suara dan iringan tersampaikan ke jagad raya
Jemari menari dengan eloknya
Hanyut dalam syair merdu
Menjadi harmoni yang menyejukkan

Purwokerto, 13 Februari 2019

Hindun Nur Khasanah, tinggil di Sirkandi Beji, Purwareja klampok, Banjarnegara.

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Terpopuler