Connect with us

Kesehatan

Berhubungan Seks Selama Masa Kehamilan? Kenapa Tidak

Published

on

Seks Pasutri membuat otak tambah cerdas. Foto: Dok. The Independent

NUSANTARANEWS.CO – Dalam masa kehamilan, hubungan seks menjadi hal yang kadang tidak terpikirkan bagi ibu hamil. Perempuan cenderung menghindari hal ini dalam masa kehamilannya.

Di lansir dari Foxnews, berhubungan seks selama masa kehamilan bisa memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Bukan hanya ibu, akan tetapi bagi kehamilannya dan juga tetap memberikan kebahagiaan kepada pasangan.

Berikut beberapa alasan mengapa pada masa kehamilan perempuan tidak perlu menghindari hubungan seks:

Melatih tenaga dan mempercepat pemulihan setelah melahirkan

Ketika melakukan hubungan seks, terjadi kontraksi yang kuat di panggul bagian bawah. Hal ini akan membantu memperkuat otot yang terlibat dan digunakan pada saat persalinan dan setelah persalinan ia akan dapat secara lebih cepat pulih.

Banyak ibu hamil yang mengalami masalah pada pinggangnya untuk menjalani persalinan.  Tetap melakukan hubungan seks dapat menjadi latihan penguatan otot guna melancarkan proses melahirkan nanti. Seorang perawat dan ahli kandungan di Portland, Oregon menyarankan hal ini dalam bukunya berjudul, “Common Sense Pregnancy: Navigating a Healthy Pregnancy and Birth for Mother and Baby.”

Mencegah Komplikasi

Sebuah penelitian di Denmark, hubungan seks yang sering dapat membantu mencegah preeklampsia. Periset percaya itu karena protein ditemukan di sperma yang bisa mengatur sistem kekebalan tubuh. Namun tentu ini perlu dibicarakan dengan dokter dan tetap perhatikan kesehatan anda dan janin.

Menurunkan Tekanan Darah

Setelah melakukan hubungan seksual, tekanan darah pada ibu hamil mungkin lebih rendah dari normalnya. Akan tetapi ini hanya akan bertahan sesaat setelah itu akan normal kembali. Ibu hamil rentan mengalami tekanan darah tinggi yang bisa jadi menyebabkan ancaman serius bagi ibu dan bayinya. Jadi, tetap melakukan hubungan seks dapat menjadi cara untuk tetap menjaga kestabilan tekanan darah.

Baca Juga:  Mengapa Wanita Stres dan Frustasi Usai Keperawanan Terenggut?

Menurunkan Resiko Stres

Meski kehamilan biasanya merupakan saat yang membahagiakan, namun kondisi tubuh yang berubah dan suhu badan yang lebih tinggi saat masa kehamilan biasanya membuat wanita hamil rentan mengalami stres. Dengan melakukan hubungan seksual, ia akan melepaskan hormon oksitosin (hormon cinta) yang akan membuatnya lebih segar.

Peningkatan Koneksi dan Menjaga Keharmonisan dengan Suami

Hal yang sangat penting pada masa kehamilan adalah bahwa perempuan akan lebih sensitif dan membutuhkan perhatian lebih. Tetap melakukan hubungan seksual akan menjaga koneksi dirinya dengan pasangan. Misal akan terjadi percakapan tentang apa yang benar-benar ia inginkan sesaat setelah hubungan tersebut selesai.

Suami juga tidak mungkin menahan hasrat seksualnya hingga berbulan-bulan. Jadi untuk merawat keharmonisan ini baik untuk tetap dilakukan meski dalam kondisi hamil. Selanjutnya untuk menghadapi persalinan dan bagaimana pola pengasuhan anak setelah lahir juga membutuhkan koneksi antara suami-istri.

Itulah beberapa manfaat melakukan hubungan seks dapat tetap dilakukan pada masa kehamilan. Tentu ini harus dilakukan dengan memperhatikan prosedur-prosedur keamanan bagi ibu dan janin. Kondisi kesehatan harus sangat dipertimbangkan. Hal tersebut tentu tidak disarankan pada kandungan dengan kondisi lemah.

Penulis: Riskiana
Editor: Ach. Sulaiman

Loading...

Terpopuler