Connect with us

Hankam

Berbahan Komposit, Ini Alasan Jet Tempur Siluman Su-57 Diproduksi Masal

Published

on

Jet tempur siluman Sukhoi T-50 milik Rusia (Foto via rediff)

NUSANTARANEWS.CO – Beberapa waktu lalu, Rusia melakukan unjuk kebolehan dengan keberhasilan uji coba jet tempur siluman mereka T-50 PAK FA.

Seperti telah diberitakan nusantaranews.co, beberapa waktu lalu, akhirnya T-50 PAK FA kemudian mendapat indeks serial menjadi Su-57 – sebagai pesawat tempur multi guna generasi kelima yang dikembangkan oleh Sukhoi OKB untuk Angkatan Udara Rusia.

Pembuatan jet tempur ini sengaja diproyeksikan untuk menggantikan jet tempur Mig-29 Fulcrum dan Su-27 Flanker pada sistem pertahanan udara Rusia. Selain itu, Su-57 juga akan dijadikan sebagai basis bagi proyek Sukhoi HAL FGFA untuk pengembangan jet tempur masa depan Angkatan Udara India.

Su-57 dilengkapi pula dengan radar kompleks PAK FA SH121 yang terpasang dibagian depan dan sisi pesawat. Pesawat tempur ini juga memiliki IRST IR/search optik dan sistem pelacakan.

Pada penerbangan perdananya tahun 2009 silam, Sukhoi T-50 PAK FA/Su-57 menggunakan mesin 117S (AL-41F1A). Mesin ini mampu menghasilkan gaya dorong lebih besar dan memiliki sistem otomatisasi yang kompleks.

Untuk konstruksi pembuatannya, pesawat tempur mutakhir milik Rusia ini menggunakan bahan komposit. Bahan komposit ialah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya. Dan keduanya tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut.

Inilah yang menjadi pembeda pesara tempur siluman terbaru milik Rusia tersebut. Wajar jika kemudian, pesawat tempur siluman Su-57 ini menjadi lebih ringan dan tidak terdeteksi oleh radar sebagaimana pesawat tempur siluman F-22 Raptor Amerika.

Penggunaan bahan komposit memang memiliki banyak keunggulan, antara lain pesawat menjadi lebih ringan, lebih kuat, tahan korosi dan biaya produksi yang lebih murah di samping daya angkut yang lebih besar, hemat bahan bakar serta jarak tempuh yang lebih jauh.

Rusia juga telah membuat prototip helikopter tempur berbahan komposit Ka-52 dan Ka-62 yang berkemampuan siluman yang tidak terlihat oleh radar.

Badan pesawat Su-57 yang 70 persen konstruksinya menggunakan bahan komposit, menurut sang perancangnya yakni Alexander Davidenko menjelaskan bahwa dengan bahan-bahan tersebut produksi masal pesawat lebih mudah dan efisien.(*)

Editor: Romandhon

Loading...

Terpopuler