Connect with us

Politik

Berat dan Melelahkan, DPRD Jatim Dukung Pemilu 2019 Dievaluasi

Published

on

pemilu 2019, dprd jatim, berat, melelahkan, evaluasi, nusantaranews, nusantara news

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Hasan Irsad DDukung Pemilu 2019 dievaluasi. (Foto: Setya N/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, SurabayaDPRD Jatim mendukung langkah Komisi II DPR RI untuk melakukan evaluasi dari pelaksanaan Pemilu 2019 saat ini karena terbukti berat dan melelahkan, khususnya bagi para petugas di seluruh penjuru tanah air.

Seperti diketahui, ratusan anggota KPPS meninggal dunia dalam Pemilu 2019, dan ribuan petugas lainnya terpaksa harus menginap di rumah sakit.

Ketua Komisi A DPRD Jatim, Hasan Irsad mengatakan dalam pelaksanaan Pemilu 2019 saat ini terasa sangat berat dan melelahkan.

Baca juga: Kematian Anggota KPPS, Ironi Sebuah Negara Demokrasi

Baca juga: Sesuai UU Pengadilan HAM, Pidana Individual Menanti Komisioner KPU

”Lihat dampaknya semua tahu kalau pemilu saat ini berat sekali dan melelahkan. Kami mendukung kalau ada rencana melakukan evaluasi,” jelasnya saat ditemui di Surabaya, Senin (29/4/2019).

Tak hanya itu, politisi asal Partai Golkar ini menuturkan, dalam pelaksanaan Pemilu 2019 juga memakan korban jiwa.

“Bahkan banyak petugas KPPS yang meninggal dunia karena proses penghitungan perolehan suara di pemilu sekarang ini,” jelasnya.

Pria asal Ponorogo ini menambahkan, pihaknya mendukung upaya pemisahan Pemilu yang saat ini sedang digodok di DPR RI.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali, setuju UU Pemilu 7/2017 direvisi.

Menurut Amali, banyak peraturan yang tidak dirumuskan dengan baik terkait gelaran Pemilu 2019 yang diselenggarakan serentak.

Pria yang juga Plt Ketua DPD Golkar Jatim ini mencontohkan soal lamanya masa kampanye bagi peserta pemilu.

Selain itu, Amali juga menyinggung soal banyaknya petugas KPPS yang kelelahan karena beban kerja yang berlebihan.

Pewarta: Setya N
Editor: Eriec Dieda

Baca Juga:  Jokowi Dinilai Tak Konsisten dalam Relaksasi DNI, Gerindra: Jangan Dijadikan Buat Pencitraan

Terpopuler