Ekonomi

Bendungan Mila Siap Digenangi, Petani Bisa Tanam 2-3 Kali Setahun

Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, NTB. (FOTO: Istimewa)
Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, NTB. (FOTO: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa kunci pembangunan di Nusa Tenggara Barat adalah ketersediaan air. Untuk itu lima bendungan baru dibangun di NTB seperti Bendungan Tanju dan Mila yang sudah rampung, Bendungan Bintang Bano dalam tahap konstruksi dan akan dibangun Bendungan Beringin Sila dan Meninting.

“Dengan adanya suplai air dari bendungan, petani yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun, bisa bertambah menjadi 2-3 kali,” kata Menteri Basuki seperti dikutip dari keterangan resmi KemenPUPR, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga:

Basuki menyampaikan kapasitas tampung Bendungan Mila di Kabupaten Dompu, NTB sebesar sebanyak 6,57 juta m3 dengan luas genangan 84,52 hektar. Bendungan Mila ini siap untuk dilakukan penggenangan atau impounding pada awal Desember tahun 2018 ini.

Baca Juga:  BBM Naik, Saatnya Pemerintah Tunda Kenaikan Cukai Rokok

Bendungan Mila merupakan bendungan kedua yang rampung di Pulau Sumbawa setelah Bendungan Tanju yang telah diresmikan residen Joko Widodo pada 30 Juli 2018 lalu.

“Mila merupakan bendungan multifungsi untuk medukung kontinuitas suplai air Daerah Irigasi (DI) Rababaka seluas 1.689 hektar di Kecamatan Woja sehingga Indeks Pertanaman diharapkan meningkat dari 186% menjadi 300%,” kata Basuki.

Selain itu, lanjutnya, bendungan Mila akan menjadi sumber air baku sebesar 100 liter per detik untuk Kecamatan Woja dan Dompu, serta mereduksi banjir sebesar 143 m3/detik di Kecamatan Woja. Biaya pembangunannya sebesar Rp 233 miliar yang dikerjakan mulai tahun 2015.

“Bendungan Mila dan Tanju merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Kompleks (SIRK). Rababaka sendiri merupakan nama sungai utama di Kabupaten Dompu yang potensial sebagai sumber air untuk irigasi dan air baku,” kata Basuki lagi.

Untuk diketahui, Kementerian PUPR melalu Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 melakukan pengelolaan Sungai Rababaka, Sungai Tanju dan Sungai Mila dalam satu sistem yakni Sistem Irigasi Rababaka Kompleks. Air dari Sungai Rababaka sebesar 3,2 m3/dt dialirkan melalui saluran interbasin ke Sungai Mila untuk mengisi tampungan Bendungan Mila sebesar 1,3 m3/detik dan sebagian lagi dialirkan ke Sungai Tanju sebesar 1,9 m3/detik yang ditampung oleh Bendungan Tanju.

Baca Juga:  Inilah Sejarah Yang Tidak Boleh Dilupakan Oleh Kita Semua

Simak:

“Disamping Bendungan, juga dibangun Bendung Pengalih, saluran interbasin sepanjang 17 km dan bangunan pembagi aliran air ke masing-masing bendungan. Terdapat 2 terowongan yakni terowongan I sepanjang 662 meter berada sebelum Bendungan Mila. Sedangkan Terowongan II dibangun sebelum Bendungan Tanju sepanjang 1,7 km dengan diameter keduanya 3 meter,” jelas Basuki.

Pewarta: Roby Nirarta
Editor: M. Yahya Suprabana

Ikuti berita terkini dari Nusantaranews di Google News, klik di sini.

Related Posts

1 of 3,148