Bencana La Nina Mengancam, FPG DPRD Jatim Kerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana

Bencana La Nina Mengancam, FPG DPRD Jatim Kerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana
Bencana La Nina Mengancam, FPG DPRD Jatim Kerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana/Foto: Ketua FPG DPRD Jatim Kodrat Sunyoto

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Jatim mengerahkan seluruh anggotanya untuk membantu korban bencana di beberapa tempat di Jatim.

“Saya sudah instruksikan seluruh anggota FPG DPRD Jatim yang kira-kira daerahnya (dapil) ada bencana maupun yang biasa bencana segera menyiapkan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana,” jelas ketua FPG DPRD Jatim Kodrat Sunyoto saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (9/11).

Dikatakan oleh Kodrat Sunyoto, saat ini kondisi alam di sejumlah daerah di Jatim kurang bersahabat sehingga sudah saatnya masyarakat untuk waspada akan bencana.

“Sudah ada himbauan dan peringatan dari BMKG akan waspada bencana Hidrometeorologi yang mengakibatkan bencana dimasing-masing daerah sehingga perlu ada kewaspadaan semuanya,” jelasnya.

Kodrat Sunyoto mengatakan sejumlah bantuan sudah disiapkan untuk membantu masyarakat jika terjadi bencana. “Bantuan sembako hingga peralatan kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk korban bencana sudah disiapkan seluruh anggota FPG DPRD Jatim,” tandasnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini prakiraan cuaca yang menyebut bahwa wilayah Provinsi Jawa Timur berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Tak hanya itu, BMKG juga menetapkan status ‘waspada’ untuk potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh faktor cuaca bagi wilayah Jawa Timur.

Bencana Hidrometeorologi tersebut akan berdampak munculnya La Nina dimana Fenomena La Nina itu menurut BMKG berdampak pada kenaikan intensitas hujan dan dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor. Menurut data dan analisis BMKG, fenomena La Nina melanda wilayah Indonesia sejak bulan Agustus dan diprakirakan akan berkembang hingga Februari tahun 2022. (setya)

Baca Juga:  Menguatnya Politik Identitas Menjelang Pemilu 2019