MancanegaraTerbaru

Benarkah Irak Negara Tak Aman untuk Wartawan?

NUSANTARANEWS.CO – Pada Senin (30/10) pagi waktu setempat, seorang juru kamrea Arkan Sharif menjadi korban ketika melakukan peliputan di Irak. Sedikitnya 8 orang bertopeng masuk ke rumahnya di sebuah desa di selatan Kirkuk dan menikamnya sampai mati.

Para pembunuh meninggalkan jasad Arkan tergeletak tak bernyawa di lantai, darah membasahi kepala dan bahunya dengan sebuah pisau tertancap di pipinya.

Malam sebelumnya, sebuah gerombolan bersenjata menyerang seorang kru televisi di luar parlemen daerah di Erbil, memukul mereka dengan pentungan.

Sementara itu, Komisi Komunikasi dan Media Baghdad telah melarang dua media yang terkait dengan partai yang berkuasa di wilayah Kurdi Irak, Rudaw dan Kurdistan 24, menuduh mereka menghasut kekerasan, tulis Al Jazeera.

Menurut Komite Melindungi Wartawan, sebanyak 185 pekerja media telah terbunuh di Irak sejak 2003 silam. Beberapa meninggal di medan perang yang mencakup pertempuran antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata seperti Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS). Tapi sebagian besar, 111 di semua, dibunuh – ditembak atau diledakkan karena laporan mereka.

Baca Juga:  Banjir di Berbagai Daerah di Jatim, Ketua PKS Jatim Terjunkan Relawan PKS

Alexandra el-Khazen, kepala Reporter Without Borders di Timur Tengah mengatakan, bagi wartawan Irak, ada beberapa tempat yang aman. Pembunuh berkisar dari milisi yang terkait dengan pasukan keamanan ke kelompok-kelompok seperti ISIL atau organisasi prekursornya. Tapi pelakunya hampir selalu lolos dari keadilan. (ed)

Editor: Eriec Dieda/NusantaraNews

Related Posts

1 of 9