Connect with us

Lintas Nusa

BEM dan DPM Kampus UNKRIS: Gunakan Aspirasi secara Demokratis dan Sesuai Aturan Kampus

Published

on

BEM dan DPM Kampus UNKRIS:Gunakan aspirasi secara demokratis dan sesuai aturan kampus.

BEM dan DPM Kampus UNKRIS:Gunakan aspirasi secara demokratis dan sesuai aturan kampus.

NUSANTARANEWS.CO, Bekasi – Kampus UNKRIS tiba-tiba rame dengan adanya aksi demo yang terjadi 24 agustus lalu di depan Gedung Rektorat UNKRIS. Beberapa pihak internal kampus sangat menyayangkan terjadinya aksi tersebut di tengah PPKM dan Internal manajemen kampus yang UNKRIS yang terus berbenah selama ini.

Kedua Organisasi Kampus yaitu BEM dan DPM sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh rekan-rekannya. Karena aksi tersebut membuat keperihatinan berbagai pihak mulai dari Pengurus Yayasan Unkris, Pimpinan Rektorat, Civitas akademika, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa). UNKRIS yang selama ini mengedepankan komunikasi secara kekeluargaan.

Menurut BEM dan DPM pihaknya selama ini dapat menyelesaikan persoalan apapun di kampusnya secara musyawarah dan kekeluargaan. Dan juga kami selalu mengedepakan sistem dan mekanisme organisasi yang ada di Unkris dalam menangani setiap persoalan.

“Semua Persoalan Pasti ada jalan keluar dan Kami sebagai Pengurus organisasi di kampus yaitu BEM dan DPM sangat dikejutkan dengan aksi demo yang secara tiba tiba tanpa pemberitahuan dan koordinasi terlebih dahulu ” sebut pengurus BEM dan DPM.

Aksi demo tersebut dilakukan oleh Sekelompok mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa.

Menurut Ketua BEM Dwiki Hendra Saputra, aksi tersebut cukup mengagetkan, selain karena demo juga adanya Aliansi Mahasiswa yang kami juga belum tahu itu mahasiswa dari kampus mana saja. Tapi kalau melihat almamater yang digunakan adalah Almet UNKRIS jadi jelas tidak dapat disebut sebagai aliansi, tegas Dwiki.

Kemudian Dwiki yang di dampingi oleh Gerry Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa , melanjutkan sikap bahwa peristiwa tersebut diluar tanggungjawab BEM dan DPM UNKRIS. Alasannya karena tidak pernah ada diskusi atau koordinasi untuk aspirasi tersebut sebelumnya. Untuk itu jelas, BEM dan DPM UNKRIS menyatakan sikap bahwa aksi tersebut adalah di luar sistem yang ditetapkan dan jalankan selama ini.

Baca Juga:  8 Panorama Terindah di Timur-Tengah yang Tidak Boleh Anda Lewatkan

Karena menurutnya, selama ini BEM dan DPM UNKRIS sangat terbuka dalam menampung seluruh aspirasi yang datang dari mahasiswa . Dengan aksi yang telah terjadi dan dilakukan, maka dengan tegas BEM dan DPM UNKRIS menyatakan sikap tegas dan tertulis yang disampaikan kepada pengurus Yayasan dan juga pimpinan jajaran Rektorat.

Pernyataan sikap ini juga sebagai dukungan moral kepada pengurus Yayasan, Rektorat dan seluruh jajaran Civitas akademika lainnya, bahwa mahasiswa UNKRIS mendukung penuh kebijakan yang saat ini sudah berjalan dengan sangat baik.

Akibat aksi tersebut Ketua Yayasan UNKRIS, Amir Karyatin SH menjelaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan aksi tersebut terjadi dan padahal kami selama ini sangat terbuka dengan adik- adik mahasiswa kami. Dan selalu membuka diri dan mengajak diskusi demi kemajuan kampus UNKRIS.

Dengan ini kami tegaskan bahwa sikap kami terhadap aksi demo beberapa mahasiswa di waktu yang lalu adalah aksi diluar sistem yang ada, tegas Pengurus Yayasan.

lebih lanjut Amir mengingatkan, bahwa mahasiswa adalah generasi muda yang seharusnya membiasakan diri mentaati sistem yang sudah disepakaiti bersama sebagai aturan bersama, bisa dibayangkan jika aturan bersama yang merupakan kebijakan ini terus dilanggar, karena ingin memaksakan kehendak, tanpa melihat dampak lanjutan yang dilakukan sungguh ini menjadi hal yang sangat ironis, mengingat generasi muda khususnya mahasiswa adalah generasi terdidik agen perubahan serta harapan masa depan bangsa nantinya.

Jika Mahasiswa ada Aspirasi, ide dan gagasan sesuatu yang ingin disampaikan dapat dengan mudah melakukan komunikasi. Saat ini era teknologi dan informasi sehingga sangat mudah untuk melakukan komunikasi, tidak bisa dengan tatap muka ya melalui online. Jika memang Yayasan ataupun pihak Rektorat di rasa mahasiswa ada yang tidak tepat atau sesuai yang silahkan disampakian dengan baik, di mana tidak sesuainya.

Baca Juga:  Melalui Etika Publik, Rocky Gerung: Politik Dihidupkan Sebagai 'Konfrontasi Etik', Bukan 'Konfirmasi Statistik'

Kami pihak Yayasan tentunya, akan terbuka menerima dan senang hati menerima mahasiswa kami yang kristis, apalagi jika kritiknya itu diikuti dengan solusi bagi kemaslahatan banyak mahasiswa UNKRIS tentu akan diterima.

Sekali Kami ingatkan dan peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi lagi “Di Kampus Kita Tercinta” sehingga mahasiswa yang katanya kaum terdidik ini hanya dimanfaatkan sepihak demi ambisi golongan tertentu. Jika memang Yayasan atau Rektorat menurut mahasiswa salah ya silahkan dengan jalur yang semestinya, yaitu jalur Hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mari kita semua di tengah pandemi dan Sedang dalam situasi PPKM yang semua kegiatannya terbatas dan harus sesuai prokes saling mendukung dan bahu membahu mendukung program pemerintah. Jangan membuat aksi- aksi yang membikin gaduh dan terlihat sangat tidak elegan dan bijak, tutup Amir.

Pada tanggal 26 Agustus, BEM Dan DPM menyerahkan Nota Pernyataan sikap yang dihadiri oleh Ketua Pengurus Yayasan Amir Karyatin SH, Sekretaris Yayasan Dyah Riestyantie, Rektor Dr. Ir Ayub Muktiono SIP, CIQaR, Wakil Rektor 2 Dr. Suwanda MT, Wakil Rektor 3 Dr. Parbuntian Sinaga SH, Sekretaris Pembina Ir Andie E Yusup. Di pihak organisasi kampus hadir Ketua BEM Dwiki Hendra Saputra, dan Ketua DPM Gerry Chandra Noviandrie dan didampingi Sekretaris BEM Farhat. Pertemuan tersebut berjalan aman dan lancar sampai akhir acara. (M2).

Loading...

Terpopuler