Connect with us

Budaya / Seni

Belukar Perempuan, Ranting Mata dan Bilangan Bulan

Published

on

Perempuan Penikmat Kesedihan. Foto: Dok. Photoshop Creative

Perempuan Penikmat Kesedihan. Foto: Dok. Photoshop Creative

Puisi Arif Tunjung Pradana

Ranting Mata dan Bilangan Bulan

Seperti yang kau ambil pada jalan pintas, kita dan sepaket kata abadi.
dalam labirin yang tak sempat kita sempurnakan,
dalam sisa-sisa gema di luar suara, kemudian matamu memecah seketika.
Daun-daun yang berjatuhan sebelum musimnya, merayap dalam kamar-kamar kolam ilalang.
“Siapa di sana yang mulai abadi?” tanyamu menunjuk pada muka kolam, entah pada siapa.
“Kebetulan itu adalah Kita.” entah jawab siapa di luar sana.

Belukar Perempuan

Ini berita tentang seorang perempuan yang setengah telanjang dada,
bersiap-siap pergi tapi entah kemana.
Ia terus berjalan di ruas jalan kereta, membawa sekujur tubuh dengan penuh bekas cakar burung yang saban hari bertengger di pundaknya.
“Tolong pelankan langkah kita.” ucap pada angin yang membantunya berjalan.
“Waktu tidak mau mendengar.”
“Berhentilah.”
akan ada Aku yang menjemputmu.

Loading...

Percakapan dengan Perempuan

dalam ruangan ini
izinkan aku membayar hutang.

tunggu aku, waktu
bayangmu menutupi ruangku.

biarkan ia mengepung kemarin dan esok,
ia tak akan tau kemana perginya kita.

yakinkan aku bahwa kita tak akan salah arah,
betulkah alamat yang kau sajikan di meja ini?

Prasangka Baik

Aku telah menyemai bersama berbagai prasangka baik yang kau buat di bawah pohon cemara yang tak pernah berbunga.
Prasangka-prasangka yang membuatmu sempurna dengan segala ucapan selamat yang tak pernah usai kau tuntaskan.
Sedikit memaksakan bahwa harus segera diwujudkan dalam lembar-lembar kehidupan abadi.

Arif Tunjung Pradana, lahir pada 16 Juli 1997 dan besar di tanah kelahirannya Wonogiri, Jawa Tengah. Mengenyam pendidikan di Universitas Sebelas Maret.

Baca Juga:  Analis Pertahanan: Militer Indonesia Sudah Biasa Belanja Alutsista

__________________________________

Bagi rekan-rekan penulis yang ingin berkontribusi (berdonasi*) karya baik berupa puisi, cerpen, esai, resensi buku/film, maupun catatan kebudayaan serta profil komunitas dapat dikirim langsung ke email: [email protected] atau [email protected]

Loading...

Terpopuler