Connect with us

Hukum

Bekuk Pengedar Uang Palsu, Polda Jatim Sita 100 Dollar

Published

on

Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim membekuk seorang berinisial MY (53) di sebuah hotel di Surabaya, Minggu (5/1/2020).

Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim membekuk seorang berinisial MY (53) di sebuah hotel di Surabaya, Minggu (5/1/2020). (Foto: Setya W/NUSANTARANEWS.CO)

NUSANTARANEWS.CO, Surabaya – Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jatim membekuk seorang berinisial MY (53) di sebuah hotel di Surabaya, Minggu (5/1/2020). Tersangka S diamankan karena mengedarkan uang palsu dalam bentuk dollar.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengungkapan tersebut bermula adanya informasi masyarakat adanya transaksi penjualan uang dari tersangka S disebuah hotel di Surabaya.

“Atas informasi itu, tim Resmob langsung bergerak dan benar adanya kalau ada transaksi penjualan dollar palsu,” ungkap mantan Kabidhumas Polda Jabar ini saat ditemui di Mapolda Jatim, Senin (6/1/2020).

Trunoyudo mengatakan begitu didapati tersangka, langsung dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

”Dari pemeriksaan, tersangka mengaku dollar tersebut saat ini siap edar di masyarakat. Jumlah dollar palsu yang kami sita sebanyak 100 dollar,” imbuhnya.

Senada dengan Trunoyudo, Dirkrimum Polda Jatim Pitra Ratulangi mengatakan dari pengakuan tersangka, uang dolla palsu tersebut didapat dari temannya senilai Rp 8000 per lembar dollar-nya di jual kembali.

“Sekilas memang mirip, namun ketika didalami dari segi bentuknya kasar dan hologramnya tak ada. Tersangka menjual kembali dollar tersebut dengan harga sekarang kalau ada yang membeli,” jelasnya.

Diterangkan Pitra, tersangka mengaku saat dilakukan pemeriksaan, sudah sempat menggunakannya, namun tidak laku.

”Jadi belum sempat edar,” imbuhnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sambung Pitra, tersangka akan dijerat dengan pasal 244 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan uang dengan sanksi pidana 15 tahun penjara.

Pewarta: Setya W

Loading...

Terpopuler