Connect with us

Gaya Hidup

Bekerja Full Time Bisa Juga Garap Freelance

Pekerjaan freelance/Ilustrasi Image credit: Pic Jumbo

Published

on

Bekerja full time juga garap freelance.

Bekerja full time juga garap freelance/Ilustrasi: thebalancecareers.com

NUSANTARANEWS.CO – Bekerja full time juga garap freelance. Bagaimana Anda bisa melakukan pekerjaan sampingan Anda, sambil tetap mempertahankan posisi penuh waktu Anda, dan menghindari membuat marah orang yang membayar gaji Anda? Berikut tip yang akan membantu Anda membawa pulang lebih banyak uang sambil tetap membuat atasan Anda senang dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk karier Anda.

Bagi kebanyakan orang, bekerja full time membuat mereka merasa sudah cukup, baik atas pertimbangan waktu maupun materi. Usai bekerja penuh, mengistrihatkan tubuh yang terasa lelah adalah pilihan utama guna menjaga stamina sehingga keesokan harinya fit kembali untuk bekerja.

Namun, hal demikian tampaknya kurang berlaku bagi 12 persen pekerja full time di Amerika Serikat (AS). Selain bekerja full time, para pekerja di AS juga memanfaatkan waktunya untuk melakukan pekerjaan freelance. Begitu pula halnya yang terjadi di Inggris, sedikitnya terdapat 1,88 juta pekerja freelance.

Bagi pekerja full time, melakoni pekerjaan freelance mungkin dimotivasi oleh keinginan untuk menambah pemasukan. Akan tetapi, ada pula sebagian lain justru memiliki pandangan berbeda. Ingin memanfaatkan waktu dan mengembangkan potensi diri untuk peluang-peluang lain selain pekerjaan yang digeluti merupakan alasan di balik pilihan tersebut, bahkan tak terbantahkan. Kuncinya ada pada diri, bagaimana membagi dan memanfaatkan waktu secara proporsional.

Menurut duta bisnis mikro di Crunch, perusahaan akuntansi online di Inggris, Jason Kitcat, seseorang tak perlu memiliki rencana yang sempurna sebelum memulai pekerjaan. Sebab, banyak hal yang akan berubah setelah pekerjaan tersebut dimulai. Maka, mulai saja.

Pertama-tama, bagi pekerja full time, coba cek lagi kontrak kerja anda dan pastikan anda tak melanggar klausul tertentu yang tertera dalam kontrak kerja tersebut. Kedua, jangan main-main. Atur waktu Anda dengan baik dan Anda akan melihat keningkatan produktivitas, kata Kitcat. Ketiga, pelan-pelan dan jangan tergesa-gesa, ambisius serta ingin instan.

Baca Juga:  Telkom Satu-satunya Perusahaan Indonesia yang Tercatat dalam Global 500

Keempat, realistis. Jangan langsung mengharapkan bisnis Anda sukses karena sukses terkadang butuh waktu lama. Dan terakhir, jangan lupa menikmatinya. Mengawali pekerjaan sampingan bukan hanya soal uang. Motivasinya ialah otonomi diri, mengembangkan diri, membangun sesuatu serta merasa memiliki.

Meski begitu, ada catatan penting yang harus kita tentukan sejak awal yang menjadi tujuan sebelum Anda mulai bekerja lepas, Anda harus jujur ​​pada diri sendiri: apakah freelancing hanyalah pekerjaan sampingan? Atau apakah Anda berencana untuk mengembangkannya menjadi bisnis penuh waktu? (Er/Alya)

Loading...

Terpopuler