Di Era Milenial, 15 Persen Orang Sudah Melakukan Hubungan Seks di Usia Muda/Ilustrasi Foto: depositphotos.com
Di Era Milenial, 15 Persen Orang Sudah Melakukan Hubungan Seks di Usia Muda/Ilustrasi Foto: depositphotos.com

NUSANTARANEWS.CO – Putus cinta ternyata bukanlah akhir dari kisah asmara sepasang kekasih. Meski hubungan telah kandas, tak berarti keintiman keduanya menjadi hilang begitu saja. Apalagi bila jalinan asmara tersebut telah dibina dalam waktu lama. Kerinduan akan kebersamaan pun dinilai perasaan yang tak terbantahkan.

Dalam beberapa kasus, sekalipun hubungan berakhir dengan cara yang menyakitkan, namun nyatanya hal itu terkadang menumbuhkan rasa penasaran.

Terlepas dari rasa bersalah dan penyesalan yang mengikuti, pasangan yang pernah berhubungan seks kala masih bersama justru akan memperkuat perasaan keduanya. Pasalnya, zat kimia yang dilepaskan keduanya ketika berhubungan seks mampu memperkuat emosi keterikatan dan perasaan cinta. Perasaan ini dinilai akan tumbuh dan berkembang karena sudah ada sebelumnya. Apalagi kalau mereka telah berhubungan seks lebih dari satu kali.

Putus cinta mungkin dianggap bencana. Tapi nyatanya perasaan akrab dan koneksi tetap ada. Keakraban tersebut akan menciptakan rasa aman serta bisa mudah terangsang secara seksual saat komunikasi itu dilakukan.

Hanya saja, ide untuk kembali menghubungi mantan kekasih tentu bukanlah ide yang bagus. Lebih-lebih setelah kebencian diri dan harga diri mengambil alih perasaan bahwa koneksi dengan mantan sudah berakhir.

Dan membuka kembali komunikasi, tentu saja membuat emosi kembali terjalin. Kendati ini dipandang subjektif, namun nyatanya ide untuk menghubungi mantan kekasih akan mengulik kembali emosi seksualitas antar keduanya.

Sehingga, tak berlebihan kiranya berhubungan seks memang harus dilakukan kepada orang yang tepat. Maksudnya, pasangan yang hidup di bawah naungan ikatan yang sah.

Penulis: Eriec Dieda/Chronicle
Editor: Achmad Sulaiman

Komentar