Connect with us

Lintas Nusa

Begini Dampak Melewati Api Bagi Banser Wanita

Published

on

Sejumlah remaja putri di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) tergabung dalam Detasemen Wanita Banser (Denwatser) melewati api saat kaderisasi. (FOTO: NUSANTARANEWS.CO/Adam)

NUSANTARANEWS.CO, Kayu Agung – Sejumlah remaja putri di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) tergabung dalam Detasemen Wanita Banser (Denwatser) mengaku melewati api saat kaderisasi mempunyai dampak positif bagi mental mereka.

“Saya sejak kecil takut dengan api. Tapi Alhamdulillah, setelah bisa melewatinya, sekarang tidak ada ketakutan lagi,” ujar Cindy Vaticha Sari, di Kayu Agung, OKI, Jumat (2/3/2018).

Warga Desa Makarti Mulya, Kecamatan Mesuji Induk itu mengaku terasa panas di kakinya saat melewati api, namun tidak terjadi luka.

Denwatser lain dari desa yang sama dengan Cindy, Reny Kurnia Sari menyebut, saat hendak berjalan melewati bara api merasa takut dan bahkan sempat menangis. “Tapi dengan niat dan baca Basmallah, tidak terasa panas walau paling belakang melewati api,” kata Reny sembari tersenyum.

Pengalaman lain diungkapkan Imro Anna Tasya. Awal berjalan, kakinya terasa panas. “Tapi setelah melangkah terasa dingin dan tidak ada rasa panas sama sekali,” ujar Imro.

Imro yang satu desa dengan Cindy dan Reny itu menambahkan, dampak positif melewati api ialah keyakinan serta semangat untuk percaya diri, jangan pernah merasa takut sebelum mencoba.

“Melewati api ialah motivasi, simulasi agar kader Pemuda Ansor jangan pernah takut bergerak dengan imajinasi ketakutan yang dibangun dalam pikiran,” ujar Instruktur Satkornas Banser Gatot Arifianto.

Gatot yang dalam kaderisasi sering menggunakan api sebagai ikhtiar memotivasi kader itu menambahkan, kader Ansor jangan pernah takut mencoba berbuat baik melalui organisasi.

“Ansor didirikan dengan tujuan baik. Kenapa ragu dan takut berbuat maslahat melalui Ansor? Orang yang tidak pernah gagal ialah orang yang tidak pernah berusaha. Kegagalan yang menjadi cambuk kemajuan ialah ilmu yang tidak ternilai. Kader Ansor jangan lelah apalagi takut untuk bergerak dan menggerakkan organisasi,” kata Gatot lagi.

Sebelumnya, PC GP Ansor OKI menggelar DTD dan Susbalan di Desa Mukti Sari, Kecamatan Lempuing Jaya, mulai Kamis (21/2) hingga Ahad (25/2). Peserta Susbalan sejumlah 145 orang kader, 135 orang Banser, 10 orang Denwatser. Cindy, Reny dan Imro adalah tiga dari Denwatser yang mengikuti Susbalan. (Adam).

Editor: Achmad S.

Loading...

Terpopuler