Connect with us

Inspirasi

Begini Cara Orang Tua Jelaskan Kepada Anak Tentang Serangan Teror

Published

on

Ilustrasi/Nusantaranews

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Terorisme adalah salah satu ancaman paling serius yang kita hadapi di dunia saat ini. Namun salah satu bagian tersulit dalam menyikapi serangan teroris ialah menjelaskannya kepada anak-anak.

Orang tua tentu saja tidak ingin menakut-nakuti anak-anak dengan cara yang tidak perlu dan berlebihan. Tapi pada saat yang sama penting bagi mereka untuk diberikan sebuah pengertian.

Anak-anak dari segala usia menerima berbagai informasi sehingga agak sulit untuk mengetahui berapa banyak yang harus kita ceritakan kepada mereka.

Setelah serangan di Paris tahun 2015 lalu, President of Child Mind Institute Harold Koplewicz mengatakan kepada Time bahwa kita tidak boleh menunda untuk memberitahukan dan menjelaskan secara benar kepada anak-anak tentang serangan terorisme.

“Jangan menunda untuk memberi tahu anak-anak anda. Kemungkinan besar anak anda akan mendengar tentang apa yang terjadi, dan yang terbaik adalah hal itu berasal dari anda sehingga anda dapat menjawab pertanyaan, menyampaikan fakta, dan menetapkan nada emosional,” ujar Koplewicz waktu itu seperti dikutip Independent.

Sebuah badan amal terkemuka di Inggris, National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) menerbitkan saran untuk membantu orang tua berbicara kepada anak-anak mereka tentang terorisme. Sekadar informasi, NSPCC adalah suatu badan amal Inggris terkemuka dengan kekuatan hukum yang memungkinkan untuk mengambil tindakan untuk melindungi anak-anak pada risiko penyalahgunaan.

Bagaimana berbicara dengan anak-anak tentang serangan teror?

Pertama, dengarkan baik-baik ketakutan dan kekhawatiran anak. Ini penting untuk memastikan kekhawatiran mereka didengar dan tidak diabaikan begitu saja. Sebab, setelah anda tahu apa yang mereka khawatirkan, anda bisa mengerti. Akui ketakutan mereka dan bukannya membuat mereka merasa konyol karena takut.

Baca Juga:  700 Ribu Orang Mudik dari Stasiun Gambir dan Senen

Kedua, tawarkan kepastian dan kenyamanan. NSPCC menyarankan untuk menghindari penjelasan yang rumit dan mengkhawatirkan yang bisa membuat anak-anak lebih takut dan bingung. Sebaliknya, meyakinkan dan menghibur mereka. Penting untuk mengingatkan anak-anak bahwa mereka aman dan dikelilingi oleh keamanan.

Ketiga, bantu mereka menemukan saran dan dukungan. Anak-anak dapat merasa lebih mudah untuk memahami kejadian dan perasaan yang menyebalkan dengan berbicara dengan layanan seperti Childline, tempat yang aman dan bebas, rahasia serta tersedia 24 jam.

“Kami sangat sedih mengetahui serangan teror yang menghancurkan di Manchester. Pikiran kita adalah dengan korban dan keluarga dari mereka yang telah terkena dampaknya. Saran kami untuk anak-anak atau remaja yang marah dan cemas mengingat berita ini adalah agar mereka bisa berbicara dengan orang dewasa yang tepercaya, baik itu orang tua, guru atau Childline,” kata juru bicara NSPCC setelah teror serangan di Manchester.

Seperti diwartakan, teror serangan di Kota Manchester, Inggris terjadi Senin (22/5) tengah malam atau Selasa (23/5/2017) pagi WIB di tengah berlangsungnya konser penyanyi kenamaan Ariana Grande. Akibat serangan tersebut 22 orang tewas, termasuk anak-anak, dan 59 orang lagi dirawat karena terluka. Konser penyanyi asal Florida, Amerika Serikat ini diketahui banyak dihadiri anak-anak dan remaja karena penyanyi yang tenar dengan lagu The Way ini diketahui memang membidik segmen anak-anak dan remaja dalam mempopulerkan sejumlah lagunya. Lagi pula, Ariana bisa dibilang sosok penyanyi yang telah meraih kesuksesan di usia muda, yakni 23 tahun. (ed)

Editor: Eriec Dieda

Loading...
Advertisement

Terbaru

Advertisement

Terpopuler