Connect with us

Politik

Bawaslu: Politik Uang Masih Menghiasi Pilkada Serentak 2017

Published

on

Konferensi Pers Publikasi Hasil Persiapan Pengawasan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2017
Konferensi Pers Publikasi Hasil Persiapan Pengawasan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2017

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tinggal dalam hitungan jam. Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Dhaniel Zuchron mengungkapkan masih ada empat permasalahan terkini dalam pagelaran pemilihan pilkada serentak kali ini.

Pertama masih belum jelasnya surat keterangan yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) pasca penerapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Siapa saja nama-nama pemilih yang telah dikeluarkan surat keterangannya dan bagaimana mekanisme diatribuainya ke pemilih, apakah melalui KPU atau didistribusikan kepada aparatnya,” tutur Dhaniel saat Konferensi Pers, di Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (14/2/2017).

Kedua kata dia, terkait dengan formulir C6 KWK. Dimana dalam pendistribusiannya ternyata banyak ditemukan formulir C6 KWK yang kosong tidak ada (tercetak) namanya.

“Selain itu, terdapat formulir C6 KWK yang tercetak ganda,” ucap dia.

Sedangkan yang ketiga lanjut dia, terkait dengan aktivitas money politik. Modusnya pun bermacam-macam, ada yang melalui bagi-bagi sembako, bagi-bagi kacamat, ada juga yang bagi-bagi uang secara cash.

“Sedangkan yang terakhir adalah adanya keterlibatan petugas KPPS yang melakukan distribudi formulir C6 KWK dengan menggunakan fasilitas tim kampanye pasangan calon tertentu,” tuntasnya.

Reporter: Restu Fadilah

Loading...

Terpopuler