Peristiwa

Baru Dua Jenazah Bisa Dievakuasi, Mensos Langsung Datangi Korban Longsor Ponorogo

NUSANTARANEWS.CO, Ponorogo – Cuaca buruk mengganggu proses evakuasi terhadap 28 koban yang tertimbun dalam musibah tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Hingga Minggu (2/4/2017) baru 2 orang jenazah korban yang bisa dievakuasi. “Cuaca buruk sehingga evakuasi sementara dihentikan hari ini, karena bisa membahayakan para relawan,” ucap Budi, salah satu relawan.

Bantuan dari bebagai pihak berdatangan, misalnya dari Anggota DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Sartono Hutomo (Fraksi Partai Demokrat). Juga dari Suli Daim dari Fraksi PAN DPRD Jatim juga dari berbagai komunitas facebook dan juga dari swasta, misalnya dari manajemen Ponorogo City Mall atau PCC dan pihak lainnya.

Bahkan Relawan Muhammadiyah maupun Partai Perindo juga membuka Posko di dekat lokasi bencana alam. Selain Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf hadir ke lokasi, Minggu (2/4/2017), Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa juga secara khusus mendatangi lokasi bencana alam di Ponorogo Timur tersebut.

Baca Juga:  Banjir Melanda Empat Daerah di Madura, Masyarakat Butuh Gercep Bantuan Kemanusiaan

Mensos Khofifah juga langsung menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 1,34 Miliar bagi korban tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.  Adapun rinciannya, Rp 832 juta berupa bantuan logistik terdiri dari paket lauk pauk, family kid, food ware, selimut woll, matras, tenda gulung, tenda keluarga dan sandang paket.

“Sementara sisanya disiapkan untuk santunan ahli waris korban meninggal/hilang sejumlah masing-masing Rp15 juta dan maksimal Rp5 juta untuk korban luka,” ungkap Khofifah.

Selang beberapa saat setelah kejadian, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) langsung dikerahkan untuk membantu evakuasi. “Tidak hanya dari wilayah Ponorogo, namun juga dari wilayah sekitar seperti Probolinggo,Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Magetan, Kabupaten Madiun dan Kota Madiun,” paparnya. Selain Tagana juga dikerahkan anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Ngebel.

Tagana yang dikerahkan bertugas mendirikan sekaligus mengelola dapur umum lapangan guna memenuhi kebutuhan logistik korban bencana dan serta relawan. “Semoga seluruh korban hilang bisa diketemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran. Insya Allah seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” tuturnya lirih.

Baca Juga:  Kronologi Laka Lantas di Batuan Sumenep, Dua Nyawa Pelajar Melayang

Penulis: Muh Nurcholis

Related Posts

1 of 76