Pengungsi Muslim Rohingya menuju Bangladesh setelah melintasi perbatasan Myanmar-Bangladesh. (Dan Kitwood/Getty Images)
Pengungsi Muslim Rohingya menuju Bangladesh setelah melintasi perbatasan Myanmar-Bangladesh. (Dan Kitwood/Getty Images)

NusantaraNews.co, Surabaya – Sebanyak 80 kontainer berisi 2 juta kg beras dari masyarakat Indonesia yang dikanalisasi melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pemberangkatan 2 juta kg beras tersebut langsung dilepas oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa di Perak Surabaya, Kamis (21/9/2017).

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan 2 juta kilogram beras tersebut berhasil dikumpulkan dalam waktu 5 hari. Menurutnya, Ia sempat tidak percaya dengan besarnya antusiasme masyarakat Indonesia saat donasi dibuka.

“Alhamdulillah, Insya Allah bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi Rohingya,” tuturnya.

Dikatakan, setelah sampai di Bangladesh bantuan tersebut harus menempuh jalan ratusan kilometer lagi untuk sampai ke titik pengungsian.

Bantuan ini kata Ahyudin, adalah bantuan kedua yang disalurkan ACT kepada etnis Rohingya. Belum lama ini ACT menyalurkan berupa beras, tepung, minyak, garam, bawang, cabai, dan air mineral disalurkan lewat perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar.

Sementara itu, Mensos Khofifah mengatakan apa yang terjadi di Rakhine State, Myanmar sudah pasti menggugah hati siapapun. Mengingat kejadian tersebut adalah bencana kemanusiaan lantaran jumlah korban yang tewas pun cukup banyak.

Karenanya, kanalisasi bantuan masyarakat melalui ACT dinilai menjadi opsi tepat, guna menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin memberikan bantuan kepada Rohingya namun merasa bingung mau disalurkan kemana.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh dan perbatasan Myanmar,” tuturnya. (Yudhie)

Editor: Sulaiman

Komentar