Gaya HidupKesehatanKreatifitasRubrika

Banom NU Nunukan Produksi Facial Mika Untuk Masyarakat Terdampak Corona

Banom NU Nunukan produksi facial mika untuk masyarakat
Banom NU Nunukan produksi facial mika untuk masyarakat.

NUSANTARANEWS.CO, Nunukan – Banom NU Nunukan produksi facial mika untuk masyarakat. Selain meningkatkan kewaspadaan, pademi Covid-19 juga telah menumbuhkan rasa kepedulian untuk mengurangi beban orang lain. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Badan Otonom (Banom) dari Nahdlatul Ulama Kepengurusan Cabang Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Organisasi “Sayap” dari Ormas Islam terbesar sedunia tersebut memanfatkan ketrampilan mereka dalam membuat masker berbahan mika untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang paling terdampak corona.

“Ide membuat facial dari mika tersebut datang dari  Pak Suhadi yang merupakan salah satu sesepuh NU di Nunukan yang selanjutnya didukung oleh semua Badan Otonom atau Banom NU yang ada di Nunukan,” tutur Ro’is Syuriah PC NU Nunukan, Kiai Rahmatullah, Selasa (21/4).

Organisasi Banom NU yang saat ini eksis di Kabupaten Nunukan antara lain GP Ansor, Pagar Nusa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Fatayat, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lembaga Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) dan Lembaga Dengan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi).

Baca Juga:  Pemerintah Mulai Larang Penjualan Rokok Batangan, Agusdono: Merugikan Pelaku Usaha Tembakau

Berkaitan dengan pandemi Covid-19, Rahmatullah mengungkapkan bahwa solidaritas dalam misi kemanusiaan merupakan hal yang sangat penting lantaran korban dari virus Corona tak hanya menimpa mereka yang terjangkit. Namun dampak Covid-19 juga menimpa hampir semua lapisan masyarakat dan hanya dengan kebersamaan serta kegotong-royongan lah pademi dapat diatasi.

“Untuk itu, seminimal mungkin kita harus berbagi mengurangi beban orang lain. Dan solidaritas adalah sikap yang selama ini menjadi nafas semua Banom NU. Ternasuk dengan cara membuat facial mika untuk masyarakat,” imbuhnya.

Mengenai target, Rahmatullah tak mau berandai-andai. Selama masih ada bahan maka pembuatan facial mika itu tetap dilakukan. Namun mengenai obyek, Rahmatullah menegaskan bahwa hanya mereka yang benar-benar terdampak dan membutuhkan saja yang akan menerimanya.

“Karena masyarakat yang terdampak itu bukan hanya golongan tertentu, namun semua kena imbas Corona. Ya, mungkin teman-teman tim medis dilapangan salah satu dari penerima facial itu. Tapi tak tertutup kemungkinan, facial juga akan diberikan kepada masyarakat umum,” ujar Rahmatullah.

Baca Juga:  Luar Biasa, Demokrat Raih Hattrick Predikat Parpol 'Informatif' dari KIP-RI

Hingga Selasa 21 April, bertempat di Sekretariat Jamaah Sholawat Nariah Nunukan, ratusan facial mika telah selesai dibuat. Pengerjaannya dilakukan secara bergantian oleh anggota Banom NU. Joko, salah seorang anggota Pagar Nusa mengungkapkan bahwa 1000 facial mika adalah target mereka.

“Target kami memang 1000 facial, namun tentunya juga menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Apalagi facial ini dibuat secara swadaya. Tapi yang pasti kita akan maksimalkan jumlah pembuatannya,” jelasnya. (ES/ed. Banyu)

Related Posts

1 of 3,050