Rubrika

Bangun Sumber Daya Manusia, Pemda Jember Mulai Jalankan Program Satu Sekolah Satu TNI

Bupati Jember Faida MMR menjelaskan Program Satu Sekolah Satu TNI (S3T). (Foto: Istimewa)
Bupati Jember Faida MMR menjelaskan Program Satu Sekolah Satu TNI (S3T). (Foto: Istimewa)

NUSANTARANEWS.CO, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur telah menggelar pembekalan materi kepada jajaran TNI yang merupakan calon tutor atau pengajar untuk program satu sekolah satu TNI (S3T). Program ini diketahui merupakan sinergitas pemerintah Jember dan Kodim 0824 Jember di mana nota kesepahaman (MoU) dan perancangannya telah diteken pada Februari lalu di alun-alun Jember oleh Pandam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Arif Rahman.

Saat ini program tersebur sudah memasuki tahap pembekalan kepada para calon tutor atau pengajar.

Kegiatan pembekalan dibuka langsung oleh Bupati Jember Faida MMR pada Rabu (18/4/2018) di Aula PB Sudirman. Adapun para calon tutor atau pengajar tersebut terdiri dari para komandan Koramil dan Bintara Tinggi Koramil jajaran Kodim 0824 Jember.

Acara pembekalan dihadiri sejumlah pejabat kabupaten Jember seperti Bupati, perwakilan Forkopimda Jember, Komandan Kodim 0824 Letnan Kolonel Inf Arif Munawar, para Danramil beserta seluruh Bintara Tinggi dan para kepala sekolah SMA Negeri maupun swasta dan sederajat.

Baca Juga:  Sambut Tahun Baru 2023, Jurnalis Sumenep akan Gelar Lomba Latto Latto

Program S3T merupakan gagasan Bupati Jember Faida MMD bersama Kodim 0824 Jember.

Dalam Sambutan maupun dalam wawancaranya dengan awak media Dandim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar menyampaikan bahwa Melalui Program S3T ini yang digagas oleh Bupati Jember agar anggota TNI dapat turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia. Program ini pertama di Indonesia.

Bupati Jember Faida MMR membuka acara pembekalan calon tutor dan pengajar untuk Program Satu Sekolah Satu TNI yang bekerja sama dengan Kodim 0824 Jember, Rabu (18/4/2018). (Foto: Istimewa)
Bupati Jember Faida MMR membuka acara pembekalan calon tutor dan pengajar untuk Program Satu Sekolah Satu TNI yang bekerja sama dengan Kodim 0824 Jember, Rabu (18/4/2018). (Foto: Istimewa)

Bupati Jember Faida MMR mengatakan program S3T ini merupakan suatu upaya untuk membangun sumber daya manusia di lingkungan Kabupaten Jember.

“Program S3T ini tidak hanya menyangkut baris berbaris, kita membangun gedung tinggi menjulang dan insfrastruktur lainnya sangat mudah tinggal kita siapkan dananya akan terwujud namun kita membangun sumberdaya manusia di sini,” ujar Bupati.

“Kita akan bangun sumberdaya manusia khususnya generasi muda pelajar ini melalui S3T ini agar mereka memiliki landasan karakter, saya berharap generasi muda Jember kelak mampu bersaing karena memiliki mental yang tangguh, karakter kebangsaan yang kuat didukung oleh penguasaan ilmu pengetahuan, pastinya akan mampu membangun Jember khususnya bahkan Indonesia pada umumnya ini lebih baik lagi,” sambungnya.

Baca Juga:  Remaja Pengguna Narkotika di Bojonegoro Tinggi, Legislator Budiono Beber Cara Pencegahannya

Bupati mengungkapkan program ini juga mendorong agar masyarakat ditanamkan kesadaran menggunakan produk lokal. “Karena kalau kita memakai produk lokal keuangannya akan berputar di sekitar kita dan kalau kita mengkonsumsi produk asing atau perusahaan PMA keuangannya akan berputar di luar daerah kita, sehingga kalau kita memakai produk lokal akan lebih membangkitkan perekonomian di sekitar kita ini,” ungkapnya.

Saat ditanyakan di tingkatan apa nantinya program S3T ini, Bupati menegaskan bahwa akan diberlakukan di tingakat SD, SMP dan SMA atau yang sederajat. “Namun tentunya dengan level materi yang berbeda di masing-masing tingkatan tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Dandim Jember Letkol Inf Arif Munawar menambahkan bahwa adapun kegiatannnya antara lain memberikan wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, pelatihan Paskibra serta melalui kegiatan ekstra kulikuler baris berbaris, dengan memahami filosofinya tentang bagaimana sikap sempurna, penghormatan dan lain-lain.

Selain itu, dalam programn S3T ini juga akan ditanamkan rasa cinta tanah air, dengan penguatan muatan lokal atau menanamkan rasa bangga terhadap produk lokal. “Nanti akan kita pahamkan mengapa kita harus cinta tanah air serta cinta produk lokal tersebut, itu akan kita pahamkan kepada adik adik semenjak usia dini,” ujar Dandim. (sis)

Baca Juga:  Tebarkan Kebaikan, NU Care LAZISNU Bungkal Gelar Madrasah Amil Perdana

Editor: Eriec Dieda

Related Posts

1 of 3,054