Bangun Opini Golkar di Medsos, AMPG Jatim Gelar Dikpol Bagi Kader

Bangun Opini Golkar di Medsos, AMPG Jatim Gelar Dikpol Bagi Kader
Bangun opini Golkar di medsos, AMPG Jatim gelar dikpol gagi kader.

NUSANTARANEWS,CO, Surabaya: Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Timur menggelar pelatihan politik bagi para kader dengan tema “Pendidikan dan Pelatihan Politik Komunikasi Media Sosial” di Surabaya pada Sabtu (18/12)

Ketua DPD Golkar Sarmuji berharap agar kader AMPG meningkatkan kemampuannya untuk membela dan membangun opini positif Partai Golkar agar semakin dicintai oleh masyarakat.

Pasalnya, pada era reformasi, pertempuran paling riil adalah bertarung opini di media sosial untuk membangun dan merebut simpati rakyat.

“AMP tidak sekedar berbaju loreng saja, tetapi harus menyesuaikan perkembangan zaman yang berubah sangat cepat. Apa yang disebut sebagai media sosial sekarang tidak hanya pertumbuhan fisik tetapi pertempuran gagasan pertempuran membangun opini,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI tersebut berharap agar kader AMPG juga mampu membentengi serangan dan negatif yang berupaya mendegradasi citra positif partai berlambang pohon beringin itu.

“Kader AMPG harus mampu membentengi opini yang sangat mengganggu partai. Mereka harus terpanggil untuk hadir mewarnai dunia permedsosan supaya partai lebih besar dan memiliki citra yang positif,” tambahnya.

Sarmuji berharap kader AMPG bisa membangun citra positif bagi Partai Golkar di masyarakat dengan sering mengabarkan berita baik dan menyampaikan topik kegiatan dan kebijakan partai di grass root.

Dikatakan Sarmuji, selama ini pihaknya berusaha melakukan revolusi komunikasi di Partai Golkar untuk meraih simpati generasi muda. Pasalnya, image Golkar sebagai partai tua dan sulit untuk diterima oleh generasi muda yang jumlah pemilihnya mencapai 60 persen di Pemilu 2024.

“Kami di Golkar melakukan revolusi komunikasi Kenapa harus menggunakan revolusi karena harus mengembalikan keadaan. Tidak seperti yang selama ini Partai Golkar adalah partai tua yang punya diksi-diksi partai tua tapi diksi-diksi itu sebenarnya adalah bagian paling tua adalah partai budaya ini susah sekali untuk diajak melakukan perubahan-perubahan sesuai dengan keadaan dan sosial yang berlaku,” tambahnya.

Baca Juga:  Peringatan Hari Anak Nasional 2018 Dibayangi Kasus Stunting dan Anak Putus Sekolah

“Kita harus melakukan sesuatu yang besar. Partai selama ini termasuk Golkar berarti selama ini tidak punya cara untuk bagaimana bisa menyerap aspirasi rakyat selalu hadir dalam media sosial untuk membangun apa yang disebut revolusi komunikasi. Kita harus menggunakan maksimal media sosial ini untuk menjadi jembatan meraih simpati rakyat,” jelasnya lagi.

Sementara itu ketua AMPG Jatim Pranaya Yudha mengatakan, setelah melalui seleksi ketat, terjaring sekitar 56 peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut. Akan diberi pelatihan agar bisa meningkatkan kemampuannya di media sosial dalam meningkatkan citra partai ke depan.

“Dari 98 yang ikut seleksi, yang lolos menjadi 50 peserta. Kami juga memerlukan persyaratan yang ketat sehingga mereka yang kami juga memberlakukan persyaratan yang ketat sehingga yang mereka yang lolos seleksi memang benar-benar punya kemampuan dan terpilih,” kata anggota DPRD Jatim itu. (setya)