Connect with us

Mancanegara

Bangladesh Pindahkan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Tak Berpenghuni

Published

on

Bangladesh pindahkan pengungsi Rohingya ke pulau tak berpenghuni.

Bangladesh pindahkan pengungsi Rohingya ke pulau tak berpenghuni/Foto: Wsj

NUSANTARANEWS.CO, Dhaka – Bangladesh pindahkan pengungsi Rohingya ke pulau tak berpenghuni. Pada Jumat sore, tujuh kapal angkatan laut Bangladesh telah membawa lebih dari 1.600 Muslim Rohingya mendarat di pulau Bhasan Char, sebagai bagian dari rencana pemerintah Bangladesh untuk mengurangi kepadatan di kamp-kamp pengungsi yang dihuni lebih dari satu juta Rohingya yang terusir dari tanah airnya akibat penganiayaan dan kekerasan secara sistemik di Myanmar.

Pemerintah Bangladesh mulai merelokasi pengungsi Rohingya ke sebuah pulau tak berpenghuni di Teluk Benggala – meski mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia dengan mengatakan bahwa, “Rohingya, sekali lagi, dipaksa untuk pindah di luar keinginan mereka.”

Pemerintah Bangladesh mengatakan bahwa mereka akan memindahkan 100.000 Rohingya ke Bhasan Char, yang berarti “pulau terapung” dalam bahasa Bengali. Pada hari Jum’at, pemerintah Bangladesh melaporkan bahwa ribuan pengungsi Rohingya tersebut telah tiba sebagai bagian dari proyek pemerintah di pulau tak berpenghuni itu.

Sementara itu, lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya tetap tinggal di kamp-kamp perkemahan di Bangladesh setelah mengungsi dari Myanmar pada 2017.

Relokasi tersebut tidak dilakukan lebih awal karena kecemasan dari sejumlah pihak, termasuk PBB. PBB mengatakan pulau tersebut dapat terendam banjir akibat siklon. PBB juga menambahkan pemindahan harus dilakukan berdasarkan keinginan bebas para pengungsi.

Pemerintah Bangladesh bersikeras bahwa pulau tersebut aman, serta menambahkan upaya relokasi itu bertujuan untuk meredakan kepadatan berlebih yang kronis di perkemahan pengungsi. Pihaknya mengatakan para pengungsi telah pergi ke pulau tersebut secara sukarela.

Terlepas dari itu, Bangladesh telah menunjukkan kemurahan hati yang luar biasa dengan menerima begitu banyak pengungsi dari Myanmar yang mengalami pengusiran dan persekusi secara brutal, termasuk pembakaran desa dan eksekusi sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melihat peristiwa itu sebagai upaya dengan niat genosida. (Banyu)

Baca Juga:  DPRD Masih Persoalkan Pengeprasan Anggaran ABPD Jatim 2020

Loading...

Terpopuler