Connect with us

Ekonomi

Bangkrutnya Rakyat dengan Sumber Daya Alam Melimpah

Published

on

(ILUSTRASI): Kesenjangan sosial-ekonomi. Foto: Blog Unnews

Harus diakui dan bukan tendensi politik bahwa rakyat Indonesia telah bangkrut. World Bank mencatat Indonesia termasuk dalam tiga negara penyumbang terbesar penduduk miskin kota, bersama dengan Tiongkok dan Filipina di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Hasil penelitian World Bank juga mencatat, beberapa tantangan yang dihadapi kaum miskin kota adalah kurangnya akses terhadap pekerjaan dan perumahan yang terjangkau.

Sementara itu dalam bentuk kesenjangan ekonomi antara si kaya dan miskin, Indonesia masuk dalam enam besar. Kekayaan 4 miliader di Indonesia setara dengan kekayaan 40 persen penduduk miskin di Indonesia, atau 100 juta orang. Hal itu berdasarkan laporan Oxfam beberapa waktu yang lalu.

Akibat bangkrutnya rakyat Indonesia, mereka tak dapat memberi makanan bergizi pada anak-anak mereka padahal anak-anak merupakan generasi penerus bangsa.

Selain itu, rakyat Indonesia tak mampu pula memenuhi kebutuhan sandang dan papan serta pendidikan maupun kesehatan. Terkait hunian, masih banyak saudara-saudara kita yang tinggal di bantaran kali dan rumah susun.

(Baca: Kekayaan Empat Orang Indonesia Setara Kekayaan 100 Juta Orang Miskin)

Apa yang diteliti Bank Dunia dapat kita saksikan pada masyarakat di Cilincing atau Marunda. Mereka hidup dalam kesulitan walaupun lokasi mereka di ibukota negara. Mereka tak mampu memenuhi kebutuhan primer konon lagi sekunder serta kebutuhan lain. Sementara pemerintah lebih condong membangun infrastruktur yang tidak terkait langsung dengan kebutuhan masyarakat. Selain pemborosan, infrastruktur yang dibangun tidak mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.

Menariknya lagi, pembangunan infrastruktur dilakukan ketika APBN mengalami defisit primer. Hal itu diperparah lagi dengan korupsi yang dilakukan secara terencana dan terstruktur bahkan massif. Masyarakat Marunda dan Cilincing Jakarta Utara merupakan potret bagaimana salah urusnya negeri ini. Negeri yang kaya sumber daya alam namun kebanyakan rakyatnya dalam kebangkrutan.

Masyarakat di Marunda dan Cilincing menjadi contoh apa yang dikatakan Iwan Fals dalam lagunya ‘Mimpi yang Terbeli‘. Mereka ingin membeli namun hanya mimpi yang terbeli, bagaimana mau membeli sementara uang tak ada. Bangkrutnya kebanyakan rakyat Indonesia bukanlah perkara kecil namun hal itu terkait keberlangsungan nasib negeri ini.

Anak bangsa hanya bisa membeli mimpi sementara Asing dengan seenaknya mengeksploitasi sumber daya alam kita. Pembangunan infrastruktur yang menggunakan uang rakyat sering kali dikorupsi, dan hanya menyenangkan para asing dan konglomerat sementara rakyat Indonesia seperti penumpang dinegerinya sendiri. Kondisi ini harus diubah, atau Indonesia hanya tinggal nama dikemudian hari.

Oleh: Bastian P. Simanjuntak, Politisi Partai Gerindra DPD DKI Jakarta

Komentar

Advertisement

Terpopuler